Senin, 08 Maret 2021 Portal Berita Entrepreneur

E-commerce Asia Tenggara Makin Jaya: Khususnya Lazada, Shopee, dan Tokopedia

Foto Berita E-commerce Asia Tenggara Makin Jaya: Khususnya Lazada, Shopee, dan Tokopedia
WE Entrepreneur, Jakarta -

Kenaikan penggunaan internet di Asia Tenggara begitu signifikan. Kenaikan ini dapat disangkutpautkan dengan pengguna internet seluler yang paling terlibat, salah satunya adalah industri e-commerce.

Data dari Entrepreneur.com menyatakan bahwa nilai kenaikan penggunaan internet di Asia Tenggara kemungkinan akan mencapai $240 miliar pada tahun 2025, atau $40 miliar lebih dari perkiraan sebelumnya.

Tetap terhubung

Gawai telah menjadi sumber informasi bagi sebagian besar orang Asia Tenggara, yang menjelaskan lonjakan jumlahnya. Mereka menggunakannya untuk mengakses peta, berita, aplikasi produktivitas pribadi seperti email dan spreadsheet, layanan transportasi, dan memesan makanan, bahkan pakaian.

Hal itu dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis e-commerce di Kawasan Asia Tenggara.

Pada Juni 2018, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam memiliki lebih dari 350 juta pengguna internet pada Juni 2018. Untuk memberikan konteks: ada 260 juta pengguna pada 2015, menurut laporan dari Entrepreneur.com (21/1/2019).

Penelitian Hootsuite juga menemukan bahwa pengguna internet di Thailand menghabiskan 4 jam dan 56 menit setiap hari menggunakan telepon—lebih banyak daripada di negara lain mana pun. Pengguna Indonesia, Filipina, dan Malaysia, yang menghabiskan sekitar 4 jam setiap hari di internet seluler, juga termasuk dalam 10 besar secara global dalam hal keterlibatan.

Sebagai perbandingan, pengguna internet di Inggris dan di AS hanya menghabiskan lebih dari 2 jam per hari di internet seluler, sedangkan pengguna di Prancis, Jerman, dan Jepang menghabiskan 1 jam 30 menit.

Mendobrak pasar

Perusahaan-perusahaan e-commerce seperti Lazada, Shopee, dan Tokopedia sangat memahami kebutuhan yang berkembang dari populasi di kawasan ini. Tidak heran sektor e-commerce telah tumbuh secara eksponensial selama tiga tahun terakhir.

Tiga perusahaan di wilayah ini, Lazada, Shopee, dan Tokopedia, telah memainkan peran penting dalam pengembangan sektor e-commerce. Mereka diperkirakan telah tumbuh secara kolektif lebih dari tujuh kali lipat sejak 2015, jauh di atas sektor lainnya.

"Dengan menawarkan puluhan juta produk, pengalaman pengguna ponsel kelas dunia, sering lakukan promosi kepada konsumen, dan jaringan logistik yang luas, mereka telah menjadi kekuatan utama di balik pertumbuhan e-commerce di Asia Tenggara," keterangan laporan Economy SEA 2018.

Seiring berjalannya tahun, laporan tersebut memperkirakan, sektor e-commerce akan matang, dan basis kompetisi dan pendorong pertumbuhan utama juga akan berkembang.

“Para pemain e-Commerce di kawasan ini akan semakin mengincar kepemimpinan di setiap pasar geografis, dengan Indonesia menjadi medan pertempuran utama bagi para pemain regional dan lokal. Mereka juga akan berkembang dari kota metro ke kota tingkat kedua dan daerah pedesaan, di mana penetrasi e-commerce lebih rendah dan prospek pertumbuhan adalah yang tertinggi," tambahnya.

Tag: E-commerce, Asia Tenggara, PT ECart Services Indonesia (Lazada), Shopee Indonesia, PT Tokopedia

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Lazada Indonesia