Rabu, 03 Maret 2021 Portal Berita Entrepreneur

Miliarder China Prediksi Masa Depan Jack Ma: Kalau Gak Dipenjara Ya Mati

Foto Berita Miliarder China Prediksi Masa Depan Jack Ma: Kalau Gak Dipenjara Ya Mati
WE Entrepreneur, Jakarta -

Setelah kabar menghilangnya Jack Ma, viral sebuah video yang memprediksi masa depan pendiri Alibaba sejak tahun 2019 silam. Pendiri Alibaba dan Ant Group ini tak terlihat di depan umum dalam dua bulan terakhir, termasuk tidak tampil sebagai juri di final acara TV miliknya, Africa's Business Heroes.

Dilansir dari News Week di Jakarta, Selasa (5/1/21) ada spekulasi bahwa hilangnya Ma berkaitan dengan pidatonya di Shanghai pada bulan Oktober saat mengkritik aturan perbankan China dan menyerukan perubahan.

Baca Juga: Miliarder Jack Ma Dikabarkan Meninggal Dunia

"Sistem keuangan hari ini adalah warisan dari Era Industri," kata Ma. "Kita harus menyiapkan yang baru untuk generasi berikutnya dan orang muda. Kita harus mereformasi sistem saat ini."

Setelah kabar hilangnya pria 55 tahun ini, video dari wawancara September 2019 telah dibagikan ulang ratusan kali di Twitter saat orang-orang berspekulasi tentang apa yang terjadi pada Ma.

Dalam klip tersebut, Guo Wengui, miliarder China yang melarikan diri dari negaranya sebagai buronan pada tahun 2014 dan mengklaim telah mengungkapkan rincian dugaan korupsi di negara tersebut, mengatakan kepada Real Vision bahwa hanya ada dua kemungkinan masa depan Ma.

"Semua miliarder China, hanya ada dua cara: penjara, dan mati." ujar Guo Wengui.

Pewawancara Kyle Bass kemudian menegaskan kembali: "Jadi dia akan masuk penjara, atau dia akan dibunuh."

Wengui kemudian mencatat bagaimana keterlibatan Ma dalam perusahaan swasta Ant Financial yang menyebabkan masalah besar bagi China karena hal itu menantang sistem perbankan negara tersebut. Ia juga mengungkap bahwa China ingin menguasai Ant Group, afiliasi dari Grup Alibaba.

Komentar pun datang silih berganti. Banyak yang penasaran di mana Jack Ma berada saat ini.

"Di mana #JackMa? Ini dari lebih dari setahun yang lalu ...," cuit pengusaha dan investor Jason Calacanis sambil membagikan klip tersebut.

"Orang ini memperkirakan Jack Ma akan dipenjara atau dibunuh oleh BPK. Sedikit lebih dari setahun kemudian Ma hilang selama 2 bulan," tambah Henry Mascot, pendiri perusahaan asuransi Curacel.

Pada bulan Desember, regulator China meluncurkan penyelidikan anti-monopoli ke Alibaba setelah sebelumnya mencegah Ant Group listring di bursa dan menjadi IPO perdana terbesar di dunia segera setelah pidato Ma Shanghai. Aktivitas Ma di Twitter juga menghilang sejak 10 Oktober. Bahkan desas desus beredar bahwa Jack Ma telah meninggal dunia.

Kabar tersebut dikabarkan oleh akun Facebook Mediamass yang mengklaim dirinya dapat dipercaya dan menulis R.I.P Jack Ma.

"Sekitar pukul 11 pagi ET pada hari Sabtu (02 Januari 2021), pebisnis tercinta kita Jack Ma meninggal dunia," tulis akun tersebut.

"Jack Ma lahir pada 15 Oktober 1964 di Hangzhou. Dia akan dirindukan tapi tidak dilupakan. Tolong tunjukkan simpati dan belasungkawa Anda dengan mengomentari dan menyukai halaman ini." tambah akun tersebut.

Namun, pihak dari Jack Ma sendiri telah mengonfirmasi bahwa berita tersebut hoaks.

"Dia termasuk dalam daftar panjang selebriti yang menjadi korban tipuan ini. Dia masih hidup dan sehat, berhenti mempercayai apa yang Anda lihat di Internet," ujar pernyataan tersebut.

Tag: Jack Ma, Alibaba Group Holding Limited, Ant Group, China (Tiongkok)

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Antara/Zabur Karuru