Kamis, 26 November 2020 Portal Berita Entrepreneur

Dijegal Pemerintah China, Jack Ma Masih Mampu Cetak IPO Terbesar Dunia

Foto Berita Dijegal Pemerintah China, Jack Ma Masih Mampu Cetak IPO Terbesar Dunia
WE Entrepreneur, Jakarta -

Ant Group milik Jack Ma masih mampu meraih IPO terbesar di dunia, meski hambatan regulasi China di depan mata dan sangat membebani raksasa teknologi keuangan itu. 

Liu Qiang, wakil presiden Fosun Technology and Financial Group, yang memiliki saham kecil di Ant Group, mengatakan teknologi yang mendasari raksasa fintech itu serta akses ke pelanggan masih menjadi investasi yang kuat.

"Saya masih yakin mereka bisa membuat rekor," kata Liu, yang juga wakil ketua Hani Securities, kepada Arjun Kharpal dari CNBC.com.

Baca Juga: Dulu Kebanggaan China, Jack Ma Kini Ancaman Bangsa

Ant Group sebelumnya bersiap untuk dual listing senilai USD34,5 miliar di Shanghai dan Hong Kong. Tetapi, tiba-tiba harus ditangguhkan pada 3 November setelah para pemimpinnya, termasuk Jack Ma, dipanggil dan diwawancarai oleh regulator China terkait pidato Ma yang terang-terangan mengkritik regulasi di negaranya.

Beberapa hari kemudian, pihak berwenang menekankan perlunya mengatur lebih lanjut industri fintech negara, termasuk pinjaman mikro. Hal itu juga dititahkan langsung oleh Presiden China Xi Jinping.

Liu menyambut baik langkah regulasi tersebut, ia memperhatikan bahwa produk keuangan baik online maupun offline harus diatur.

Dia mencatat bahwa ini adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang berhasil mengelola ketiga dimensi yang dibutuhkan perusahaan teknologi keuangan yiatu aliran modal, aliran data, dan aliran perdagangan.

Penundaan dual listing itu dilakukan dengan latar belakang pandemi virus corona yang telah membuat layanan teknologi keuangan merambah dengan cepat, terutama di China. Ant Group siap untuk memanfaatkan peningkatan tersebut dengan ekosistem besar pelanggan pedagang kecilnya.

China adalah salah satu pengadopsi teknologi keuangan terkemuka di dunia. Saat ini, negara ini memiliki pasar pembayaran seluler senilai USD29 triliun dan siap untuk menjadi masyarakat non-tunai pertama di dunia, menurut laporan South China Morning Post.

Upaya itu pun dapat mendorong pemulihan pasca Covid yang diperkirakan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 50% untuk industri selama lima tahun ke depan. Namun, perkembangan lebih lanjut dalam industri fintech kemungkinan juga akan dipenuhi dengan peraturan tambahan karena otoritas China terus melihat pasar tersebut.

Tag: Jack Ma, Ant Group

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Republika