Minggu, 24 Oktober 2021 Portal Berita Entrepreneur

Elizabeth Holmes Tipu Mantan Menteri Pertahanan AS Rp1,2 M: Dia Pandai Silat Lidah!

Foto Berita Elizabeth Holmes Tipu Mantan Menteri Pertahanan AS Rp1,2 M: Dia Pandai Silat Lidah!
WE Entrepreneur, Jakarta -

Mantan menteri pertahanan AS, James Mattis menjadi saksi kehancuran perusahaan Theranos yang didirikan oleh Elizabeth Holmes. Mattis yang berada di dewan perusahaan mengatakan dia awalnya "kagum" dengan tes darah Holmes.

Tetapi pada tahun 2016 dia tidak tahu apa yang harus dipercaya setelah dia dituduh melakukan penipuan. Wanita 37 tahun itu pun menyangkal tuduhan bahwa dia menipu pasien dan investor serta akan menghadapi tuntutan hukum 20 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Baca Juga: Kebohongan Elizabeth Holmes Perlahan Terbongkar, Bikin Bergidik Ngeri, Seperti di Film-film!

Dilansir dari BBC International di Jakarta, Jumat (24/9/21) Holmes yang pernah dijuluki "The Next Steve Jobs" menjadi terkenal pada tahun 2013 berkat teknologi yang dia klaim dapat menguji berbagai penyakit hanya dengan beberapa tetes darah dari tusukan jari. Tetapi pada tahun 2015 ternyata tes tidak berhasil.

Jenderal Mattis, yang menjabat di bawah Donald Trump, adalah salah satu dari sejumlah tokoh politik yang duduk di dewan Theranos antara tahun 2013 dan 2016.

Pada hari Rabu, dia mengatakan kepada pengadilan di San Jose bahwa dia saat itu "lebih tertarik" dengan teknologi yang diciptakan Holmes. Dia bahkan rela darahnya diambil di belakang panggung sebuah acara di San Francisco pada 2011 untuk menunjukkan betapa mudahnya tes itu digunakan.

"Ini adalah sesuatu yang sangat baru, saya terus terang kagum dengan apa yang mungkin terjadi berdasarkan apa yang dikatakan Nyonya Holmes," komentarnya.

Dia menambahkan bahwa Holmes yang juga sukses meyakinkan investor terkenal seperti Rupert Murdoch untuk mendukungnya adalah sosok yang pandai silat lidah. Alhasil, jenderal pemilik bintang empat ini pun menginvestasikan USD85.000 (Rp1,2 miliar) dari uangnya sendiri dalam bisnis ini.

Ketika tahun 2015 Wall Street Journal melaporkan bahwa tes Theranos cacat, Jenderal Mattis awalnya mengira seorang "reporter agresif" telah salah mengartikan fakta.

Surat kabar itu juga mengklaim Theranos melakukan sebagian besar pengujiannya pada mesin yang tersedia secara komersial yang dibuat oleh produsen lain.

"Ada titik di mana saya tidak tahu lagi apa yang harus dipercayai tentang Theranos," katanya, seraya menambahkan bahwa dia langsung berhenti menghadiri rapat dewan.

Usai tuduhan itu terbukti, Holmes dilarang menjalankan perusahaan tes darah selama dua tahun pada tahun 2016, perusahaannya pun dibubarkan pada tahun 2018.

Jaksa mengatakan Holmes dan mantan pacar dan rekannya, Ramesh Balwani, beralih ke penipuan pada tahun 2009 setelah perusahaan farmasi besar menolak untuk mendukung Theranos dan mereka kehabisan uang tunai.

Mereka diduga berbohong tentang tes dan melebih-lebihkan kinerja perusahaan untuk mengamankan investasi USD700 juta (Rp9,9 triliun).

Namun, pengacara Holmes mengatakan dia tidak bermaksud untuk menipu, tetapi secara naif meremehkan tantangan yang dihadapi bisnisnya.

Holmes juga menuduh Balwani melecehkannya secara emosional dan psikologis selama bertahun-tahun hingga merusak kondisi mentalnya. Namun Balwani telah membantah tuduhan tersebut.

Tag: Elizabeth Holmes, James Mattis

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: CNBC.com