Minggu, 12 Juli 2020 Portal Berita Entrepreneur

Hai UMKM, Ini Strategi Bertahan dari Serangan Covid-19!

Foto Berita Hai UMKM, Ini Strategi Bertahan dari Serangan Covid-19!
WE Entrepreneur, Jakarta -

Wabah Covid-19 membuat sektor ekonomi dan dunia usaha di Indonesia begitu terpukul. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) kelimpungan menjalankan bisnisnya yang terhambat bahkan mungkin tidak bakal selamat. Lantas, bagaimana jurus UMKM menghadapi "tsunami" Covid-19 ini?

Kepala Ekonomi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Kiryanto, memberikan tips-tips bagi UMKM agar dapat bertahan di tengah tekanan pandemi Covid–19. Tips-tips tersebut disampaikan dalam acara diskusi online Forwada bertajuk "Update UMKM: Jurus Bertahan Selama Pandemi Covid-19", Selasa (5/5/2020).

Baca Juga: Syukur Alhamdulillah, Pedagang Tempe Ikut Rasakan Nikmatnya Relaksasi Kredit UMKM

Tips pertama, menurut Kiryanto yang akrab disapa Ryan, adalah fokus pada kebutuhan konsumen. Kedua, terus berinovasi dan berkreasi baik di level produk maupun services sesuai dengan perubahan preferensi dan perilaku konsumen.

"Kemudian, kembangkan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan daya tahan ketika krisis melanda," ujar Rya.

Dia menambahkan, untuk strategi keempat, UMKM tidak boleh cepat berpuas diri karena persaingan akan makin keras. Kelima, Persiapkan generasi berikutnya untuk menjadi pemimpin UMKM masa depan yang lebih tangguh. Keenam, jaga hubungan baik timbal balik dengan vendor, supplier, dan distributor.

"Ketujuh, berhimpun dalam organisasi UMKM sebagai sarana mengembangkan jejaring dan bisnis. Terakhir, berkolaborasi dengan perbankan sebagai mitra strategis untuk sumber pembiayaan, informasi, dan pendampingan pengembangan usaha," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Praktisi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Sigit Iko Sugondo, mengatakan, UMKM bisa melakukan beberapa jurus ampuh agar usaha mereka tidak terhambat atau selamat melalui pandemi Covid-19 ini.

Jurus pertama adalah kreativitas dan inovasi. Jurus pertama inilah yang akan menjadi kunci dalam menghadapi wabah Covid-19. UMKM harus memahami bahwa durasi pandemi Covid-19 tidak dapat diduga secara pasti. Untuk itu, tidak perlu panik dan segera lakukan tindakan penyesuaian. 

"Kita tidak bisa mengendalikan angin, tetapi kita bisa mengendalikan perahu yang kita tumpangi," ujar Iko.

Jurus kedua, lanjut Iko, memastikan cashflow terjaga dengan sehat. Arus kas menjadi unsur paling penting dalam bisnis sehingga pemilik usaha harus mampu mengelola uang tunai secara optimal. Kemudian jurus ketiga, UMKM harus memahami perubahan perilaku konsumen. "Konsumen tidak menghilang, yang terjadi adalah perubahan tempat dan perilaku," ucap Iko.

Adapun jurus keempat, UMKM harus me-review produknya termasuk customer profile. Jurus kelima, menyesuaikan strategi customer relations dan kanal penjualan. Jurus keenam adalah dengan merencanakan ulang pendapatan dan memangkas anggaran biaya. Jurus ketujuh, UMKM dalam kondisi pandemi Covid-19 ini harus berkolaborasi, kerja sama usaha hingga dapat meningkatkan efisiensi, berbagi beban kerja, dan bahkan mendapatkan ide-ide baru.

Setelah 7 langkah dilakukan, jurus pamungkas bagi UMKM dalam menghadapi wabah Covid-19 ini adalah sedekah karena sedekah membuka pintu rezeki. "Ketika semua melakukan social distancing, stay at home, go online, dari semua itu kita dapat temukan peluang di dalamnya, sesungguhnya bersama kesulitan terdapat kemudahan," pungkas Iko.

Iko menuturkan, Covid-19 secara tidak langsung telah sanggup menurunkan angka penjualan akibat berkurangnya pelanggan, kesulitan pasokan bahan baku, menurunnya laba yang diperoleh, atau malah menderita kerugian. Akibat wabah Covid-19 ini, pelaku UMKM juga kesulitan membayar angsuran kredit (gagal bayar, atau tidak berproduksi/ tidak berusaha dalam waktu yang lama, hingga bertambahnya utang).

"Dalam hal keuangan, keuangan UMKM harus menjaga ketersediaan dana untuk pembayaran kewajiban dan atau modal awal usaha pada saat memasuki masa recovery," tutupnya.

Tag: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Entrepreneur, Ekonomi Indonesia

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: WE