Kamis, 04 Juni 2020 Portal Berita Entrepreneur

Keren! Alumni Unpad Bakal Ciptakan Marketplace Demi Genjot Kemandirian Ekonomi

Foto Berita Keren! Alumni Unpad Bakal Ciptakan Marketplace Demi Genjot Kemandirian Ekonomi
WE Entrepreneur, Bandung -

Organisasi Alumni UNPAD bisa menjadi komunitas (hub) yang memiliki potensi besar untuk membangun jaringan bisnis dan mempertemukan semua potensi.

Demikian diungkapkan Calon Ketua Ika Unpad Periode 2020-2024, Dr. Ary Zulfikar, SH, MH, dalam diskusi dengan tema “Pengembangan Kewirausahan Alumni Melalui Koperasi dan UMKM Sebagai Upaya Meningkatkan Kemandirian Ekonomi,” yang berlangsung di Gedung Alumni Universitas Padjadjaran (UNPAD), Jalan Singaperbangsa, Kota Bandung, Sabtu (14/3/2020).

Baca Juga: Moeldoko: Pertanian Bisa Pacu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Selain Ary Zulfikar yang menjadi calon Ketua Ikatan Alumni (IKA) UNPAD periode 2020-2024, hadir juga sebagai pembicara, Pemerhati dan Penggiat UMKM dan Koperasi, Dr. Dewi Tenty Septi Artiyani, SH, MH, MKn.

Dalam kesempatan tersebut Ary Zulfikar menyampaikan bagaimana organisasi sebesar Alumni UNPAD ini memiliki kemandirian finansial melalui jalur bisnis. 

“Karena memang potensinya sangat besar memiliki anggota 400 ribu orang, tinggal bagaimana mengindentifikasi peluang bisnis yang ada dan kemudian mengembangkannya,” jelasnya

Salah satu gagasan yang ingin direalisasikan Ary adalah membentuk dan membangun 'marketplace'. Bagaimana mempertemukan antara penjual dan pembeli bukan di pasar tradisional namun pasar digital seperti halnya Amazon, Alibaba dan lain-lain. 

“Komunitas alumni UNPAD ini bisa menjadi hub/marketplace yang akan memotong jalur distribusi, menghubungkan pembeli dan penjual antara satu alumni dengan yang lainnya,” tambahnya

Menurutnya, alumni sebagai komunitas memiliki kekuatan untuk menjadi buyer dan supplier. Maka, dengan market place yang dimiliki oleh alumni UNPAD bisa  bisa mengembangkan bisnis. Sehingga memberikan dampak seluas-luasnya kepada yang lain. 

"Harusnya organisasi seperti Alumni dapat menggembleng para alumninya yang belum menjadi apa-apa untuk sukses. Organisasi bisa menyirami dan membesarkan alumni. Kalau  sejak awal dibantu, pasti akan merasa untuk mencintai almamater,” papar Ary yang akrab dipanggil Azoo.

Inilah gagasan besar yang ingin direalisasikan oleh Ary, membangkitkan potensi bisnis yang dimiliki oleh anggota alumni. Karena sebagai praktisi hukum dan bisnis, ia mengetahui sebenarnya potensi UMKM sangat besar. 

“Setiap investor yang masuk hendak menanamkan investasinya,punya kewajiban untuk juga bermitra dengan sektor UMKM,” tambahnya.

Sementara Dr. Dewi Tenty Septi Artiyani mengatakan, sektor UMKM dan Koperasi sebenarnya selama ini menjadi garda terdepan dalam perekonomian nasional. Namun, perlakuan terhadap UMKM dan Koperasi, masih belum seperti yang diharapkan meski masuk ke dalam UUD dan memiliki kementerian Koperasi dan UMKM.

 “Koperasi di Indonesia masih belum sepenuhnya berkembang menjadi kekuatan bisnis, koperasi hanya diingat ketika tidak punya uang, untuk simpan pinjam,” jelasnya.

Sebagai penggiat koperasi dan UMKM, Dr. Tenty merasakan bahwa keberadaaan koperasi hanya sekedar akal-akalan para pebisnis. Ia mecontohkan seperti halnya ketika penjulan gula yang diatur melalui kementerian perdagangan dilakukan melalui koperasi.

“Ternyata yang membuat koperasi adalah pedagang-pedagang besar, yang orangnya itu itu aja,” ungkapnya.

Dewi menambahkan orang-orang yang berjuang melalui koperasi dan UMKM harus mengubah mindset, memiliki pola bisnis seperti halnya korporasi besar, dengan memikirkan manajemen, produknya, packagingnya, distribusi dan pemasarannya.

Menurutnya, di luar negeri justru koperasi berkembang menjadi besar seperti jaringan toko Ace Hardware yang menjual berbagai macam perkakas, basisnya adalah koperasi. Bahkan, klub sepak bola Barcelona lembaga usahanya adalah koperasi.

"Di Jepang, koperasi di bidang pertanian, Zen-Noh  menjadi koperasi yang bisnisnya sangat kuat. Sampai-sampai pemerintah Jepang jika ingin membuat kebijakan, harus bertanya dulu dengan Zen-Noh," jelasnya.

Menurut penelitian, 3 dari 1 orang Amerika adalah anggota Koperasi, demikian juga di Jepang. Padahal negara-negara tersebut bisa jadi tidak memiliki kementerian koperasi. Selain itu, ia juga sangat mendukung gagasan Ary Zulfikar yang ingin mengembangkan potensi kewirausahan dan UMKM.

Tag: Universitas Padjadjaran (Unpad), Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kewirausahaan

Penulis: ***

Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Rahmat Saepulloh