Sabtu, 27 November 2021 Portal Berita Entrepreneur

Achmad Zaky: Sepuluh Tahun Lalu Saya Sama Seperti Anak Muda Kebanyakan, Naif & Tak Punya Pengalaman

Foto Berita Achmad Zaky: Sepuluh Tahun Lalu Saya Sama Seperti Anak Muda Kebanyakan, Naif & Tak Punya Pengalaman
WE Entrepreneur, Jakarta -

Pendiri Bukalapak, Achmad Zaky memotivasi anak muda untuk jangan takut mencoba apa saja. Pasalnya, sepuluh tahun lalu ia hanyalah anak muda tanpa pengalaman yang berani mencoba apapun.

"Saya naif, saya idealis tapi pragmatis, saya gak punya pengalaman, tapi justru itulah yang membuat saya bebas untuk mencoba apa saja. Itulah kehebatan anak muda," ujar Zaky dalam "Bincang Tokoh Inspiratif: Achmad Zaky" di kanal YouTube Direktorat Kemahasiswaan danmPengembangan Karir IPB.

Tetapi kini, Bukalapak berhasil menciptakan satu triliun transaksi setiap bulannya. Jika bukan karena kegigihan dan kerja keras semangat anak muda, Zaky mengaku ia tak akan sampai di tahap ini.

Baca Juga: Achmad Zaky Tak Butuh Orang Pintar Jika Seperti Ini!

Karena itulah, Zaky melepas jabatannya sebagai CEO Bukalapak untuk menciptakan startup lainnya. Zaky bersedia membantu anak muda yang memiliki cita-cita untuk menciptakan unicorn baru, memandunya hingga mendulang kesuksesan seperti Bukalapak.

Zaky pun berujar bahwa anak muda harus memiliki pemikiran yang positif dan gigih meraih mimpi besar. Selain itu, menjadi pengusaha juga harus memiliki stok sabar yang banyak serta tak bosan secara ulet mencoba banyak hal.

Zaky sendiri mengaku sebelum sukses mendirikan Bukalapak, ia sudah mencoba banyak usaha. Dari sepuluh usaha yang ia coba, hanya satu yang berhasil yaitu Bukalapak. Karena itulah, penting untuk memiliki passion.

"Ketika  memutuskan untuk menjadi pengusaha, berarti siap memasuki jurang, memasuki lembah dan membabat hutan," ujar Zaky. "Harus enjoy dalam berwirausaha agar tidak bosan dan terus bersemangat," lanjut Zaky.

Ini karena pengusaha selalu berpikir adanya peluang dari setiap masalah. Dahulu, saat baru mendirikan Bukalapak, Zaky berujar bahwa ia sama dengan anak muda lainnya. Namun, yang membedakan adalah bagaimana menggunakan hal yang kita bisa, dan memaksimalkan skill yang dimiliki.

Bukalapak berdiri dengan modal server Rp500 ribu hasil 'urunan' bersama co-founder lainnya. Dalam dua bulan, website Bukalapak pun tercipta. Zaky menuturkan bahwa modal yang utama untuk menjadi pengusaha adalah tangan kita sendiri, ilmu yang kita miliki serta kreativitas. Semuanya perlu dimaksimalkan.

Jika suatu hari mencapai titik jenuh atau ingin menyerah, itulah pentingnya memiliki rekan bisnis untuk bisa saling menguatkan. Zaky menuturkan bahwa berwirausaha seperti mendaki gunung, perlu pemikiran yang positif. Itulah mengapa berwirausaha perlu 'bergerombol' seperti mendaki gunung.

Zaky mengaku ia sempat minder ketika melihat pesaing memiliki kas ribuan kali lipat lebih banyak dari Bukalapak. Namun, rekannya mengingatkan bahwa Tuhan Maha Adil, bahwa segala sesuatu itu berpasang-pasangan.

Lawannya hemat adalah boros, karena itu Zaky membranding Bukalapak menjadi e-commerce dengan modal sedikit, karya bangsa yang apa adanya, anak pinggiran karena modal kecil, dan lain sebagainya. Karena pembeda itulah yang membuat Bukalapak lebih sukses dari kompetitor kebanyakan. Zaky pun menambahkan, jika ingin mendapatkan pendanaan dari investor, ciptakan produk yang akan digunakan orang dalam keseharian mereka.

Tag: Achmad Zaky, Bukalapak

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Instagram/Achmad Zaky