Minggu, 24 Oktober 2021 Portal Berita Entrepreneur

Achmad Zaky Tak Butuh Orang Pintar Jika Seperti Ini!

Foto Berita Achmad Zaky Tak Butuh Orang Pintar Jika Seperti Ini!
WE Entrepreneur, Jakarta -

Pendiri Bukalapak, Achmad Zaky membeberkan caranya mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) dalam berwirausaha melalui kanal YouTube Bukalapak. Zaky pun membagi caranya mengelola SDM menjadi tiga bagian, yaitu proses rekrutmen, pengembangan karyawan dan menjaganya. Ini selengkapnya!

1. Rekrutmen

Saat baru mendirikan Bukalapak, Zaky tidak memiliki karyawan. Semua ia kerjakan sendiri, hingga akhirnya terpikirlah untuk memiliki partner. Namun, proses memiliki partner tidak mudah. Tetapi ini lebih baik karena bisa sama-sama membagi tugas, dan membagi rezeki jika mendapatkan keuntungan.

Baca Juga: Salut! Achmad Zaky Bakal Jadi Angel Investor Usai Pensiun dari Bukalapak

Hal pertama yang harus dipastikan saat memiliki partner adalah kecocokan. Jika tidak cocok dan banyak berdebat, justru menjadi awal kehancuran. Namun, perdebatan yang sehat, justru akan membuat keduanya berkembang, mau mengakui kesalahan, dan saling memperbaiki diri. Inilah kemistri yang baik dimiliki untuk dijadikan partner.

Setelah itu, pilihlah karena keahlian dan kompetensi bukan hanya karena teman lama. Lalu, partner juga harus saling melengkapi. Jangan mencari partner yang memiliki keahlian yang sama, karena hanya akan beradu kepintaran.

Tips merekrut karyawan ala Zaky adalah pertama lihatlah karakternya. Pintar tidak cukup untuk membangun sebuah tim jika sombong dan pelit ilmu. Karakter yang jujur adalah fondasi penting untuk membangun sebuah tim.

"Kalau matematika dan bahasa Inggris bisa diajarin, yang susah ini karakter karena bawaan dari kecil, didikan orang tua, didikan lingkungan, juju, proaktif, itu satu paket karakter," ujar Zaky. Setelah karakter, barulah keahlian. Lalu pastikan keahlian tersebut melengkapi apa yang tidak kita miliki.

2. Mengembangkan Karyawan

Zaky membagi karyawan menjadi beberapa bagian, yang pertama yaitu karyawan yang ahli dengan karakter baik. Karyawan seperti ini harus diberikan apresiasi. Jika tidak diapresiasi, karyawan tersebut bisa saja pindah kerja.

Yang kedua, ada karyawan yang pintar tetapi mungkin karakternya kurang. Karyawan seperti ini harus diajak bicara dari hati ke hati. Karena bisa jadi, mereka memiliki masalah sehingga menutup potensinya.

Yang ketiga yaitu karyawan berkarakter baik, tetapi kurang pintar. Solusi karyawan seperti ini adalah training. Sediakanlah anggaran untuknya belajar, dan berikan pekerjaan menantang.

Yang terakhir, karyawan tidak pintar dan tidak berkarakter baik. Karyawan seperti ini lebih baik jangan dipertahankan, salurkan ke pekerjaan lain yang mungkin bisa membuatnya tumbuh.

3. Menjaga Karyawan (Budaya)

Karyawan yang setia terhadap suatu tempat kerja pastinya karena ada alasan lain, bukan hanya karena uang. Bisa jadi karena pemiliknya baik, atau faktor lainnya. Karena itu, seorang pemilik bisnis harus bisa memberikan contoh-contoh baik seperti kejujuran. Memberi contoh adalah hal utama untuk membangun budaya kerja.

Cara mengetahui kejujuran karyawan adalah dengan mengecek latar belakang dan memberikan pertanyaan secara detail saat interview.

Tag: Achmad Zaky, Bukalapak

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Instagram/Achmad Zaky