Sabtu, 27 November 2021 Portal Berita Entrepreneur

Cara Eksekusi Ide Bisnis ala Achmad Zaky, Plis Banget Bikin Ide Bisnis Begini!

Foto Berita Cara Eksekusi Ide Bisnis ala Achmad Zaky, Plis Banget Bikin Ide Bisnis Begini!
WE Entrepreneur, Jakarta -

Pendiri Bukalapak, Achmad Zaky membagikan ilmunya dalam memilih ide bisnis di Webinar Komunitas Bukalapak dalam kanal YouTube Bukalapak. Zaky berujar bahwa ia ingin UMKM dan pelaku bisnis di seluruh Indonesia dari Sabang hingga Merauke bisa memiliki kesempatan yang sama untuk berbisnis.

Menurut Zaky, ide bisnis adalah salah satu cara eksekusi dalam berbisnis. Karena itu, ide tidak kalah penting dari eksekusi.

Ide bisnis yang baik adalah ide yang harus sederhana. Ini karena membesarkan bisnis sangat sulit dan sangat menantang. Zaky berujar janganlah membuat ide yang sulit karena perjalanan di depan pun akan banyak dan berat.

Baca Juga: Achmad Zaky Buka-bukaan Cara Membangun Startup, tapi Hati-Hati! Karena...

Selanjutnya, ide bisnis tersebut harus bisa segera dieksekusi. Terkadang, bisnis pemula merasa sulit untuk memulai. Inilah kenapa ide bisnis harus sederhana dan harus bisa segera dieksekusi agar pengalaman semakin terasah.

Ide juga harus mudah dijelaskan. Ini karena bisnis akan berhadapan dengan ribuan customer. Pastikan calon customer mengerti dengan mudah bisnis yang dijalankan sehingga customer mau untuk bertransaksi.

Bisnis yang kita bangun juga harus dipakai dengan kita sendiri sebagai pendiri. Kita harus senantiasa bertanya kepada diri apakah bisnis tersebut akan senantiasa kita pakai. Dengan memakai bisnis kita sendiri, kita dapat mengerti kebutuhan customer, mendapatkan feedback langsung dan bisa menjadi promotor yang baik.

Selanjutnya, ide tidak boleh berbiaya besar. Karena, banyak bisnis yang justru tidak berjalan karena uang. Ibaratnya jangan sampai menaiki motor jika hanya mampu sepeda. Carilah area di mana pebisnis bisa langsung meraup untung.

Jika belum memiliki modal, bisa menjadi reseller atau mencari supplier terlebih dahulu.

Selain itu, untuk memulai berbisnis salah satu poin pentingnya adalah passion atau obsesi terhadap ide itu sendiri. Sebelum mengekskusi, perlu bertanya kepada diri: Apakah kita yakin akan mengeksekusi ide tersebut jika tidak ada uang?

Karena bisnis tak selamanya indah, ketika bisnis sedang di bawah, passion akan menyelamatkan karena tidak terpaku pada uang semata.

"Walaupun tidak untung, passion akan membuat kita tetap berjalan," ujar Zaky.

Zaky menambahkan, bisnis itu naik turun, jika sedang naik disyukuri, jika sedang turun passion yang akan menyelamatkan. Bahkan, Bukalapak sendiri pernah mengalami bisnis yang turun, tetapi passion-lah yang membuat Bukalapak tetap berjalan.

Passion juga akan membuat pebisnis tidak mudah kehabisan energi dan tidak cepat bosan. Zaky sendiri mengakui bahwa terkadang bisnis bisa membosankan. Dengan passion akan membuat lebih bersemangat.

Setelah passion, ide perlu memiliki visi besar. Ini karena kehidupan terus berjalan dan kebutuhan pun akan semakin bertambah. Selama proses pengembangan bisnis, harus memiliki visi besar untuk terus mengembangkan bisnis agar terus bertumbuh. Salah satunya dengan menghitung potensi pasar, seperti berapa transaksi hari ini dan berapa transaksi dalam 5 tahun ke depan.

Dalam setiap bisnis, pastinya akan ada siklus yang harus kita pahami agar bisa kita sikapi dengan benar. Tatkala pertumbuhan sudah menanjak naik, biasanya akan ada momen kejenuhan seperti munculnya inovasi baru.

Karena itulah, penting untuk memiliki visi besar sebagai jenjang karir ke depan. Jika hari ini mampu menjual 90 telur ayam, pastikan 30 tahun lagi menjualnya berkali-kali lipat.

Zaky menuturkan, mindset besar mirip seperti puzzle. Jika pebisnis mampu menyusun puzzle itu maka kesuksesan akan dengan mudah didapatkan.

Lebih lanjut, Zaky berujar bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang mampu menjadi 'monopoli'. Monopoli di sini berarti menjadi yang terbaik di antara yang terbaik dengan memiliki keunggulan kompetitif. Adapun keunggulannya bisa dari pelayanan, cara menyapa pelanggan, foto yang unik, dan lain sebagainya.

Zaky berujar bahwa ia tidak merekomendasikan perang harga karena hanya akan menggerus margin hingga mencetak kerugian.

Tag: Achmad Zaky, Bukalapak

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Instagram/Achmad Zaky