Rabu, 21 April 2021 Portal Berita Entrepreneur

Berkat Agen46 BNI, UMKM Ini Sukses Bertahan dari Gempuran Pandemi Covid-19

Foto Berita Berkat Agen46 BNI, UMKM Ini Sukses Bertahan dari Gempuran Pandemi Covid-19
WE Entrepreneur, Jakarta -

Warung kecil dengan tumpukan barang dagangan berserakan, menjuntai dari langit – langit hingga menyebar di lantai, penerangan seadanya, bahkan untuk mencari penjual pun kadang sulit, karena tersembunyi di sudut yang tak terlihat.

Itulah keadaan Toko Merah milik Pak Slamet, 16 tahun lalu di Perumahan Pondok Surya Mandala, Bekasi, Jawa Barat. Kondisi warung berukuran 2 x 3 meter itu hampir sama dengan warung – warung pada umumnya saat itu.

Kini, Toko Merah menjelma menjadi sebuah toko modern yang membuat bangga pria kelahiran Karanganyar, Solo, Jawa Tengah ini. Butuh setidaknya 4 tahun bagi Slamet untuk merubah warung kecilnya menjadi sebuah toko.

Transformasi warung menjadi toko merupakan buah dari kombinasi sikap positif seorang Slamet dimasa awal usahanya, mulai dari sikap berani keluar dari zona nyaman, terbuka pada perubahan, rajin menggali ilmu baru, dan keinginan kuat untuk maju.

Baca Juga: Bank BNI Bidik Pertumbuhan Kredit 6% di 2021

Usaha warung mulai dijalankan Slamet bersama istrinya sejak tahun 2005. Waktu itu modal awalnya adalah Rp 1,5 juta. Pada hari pertama berjualan, omzet jualannya mencapai Rp 200.000.

“Itu besar sekali, bandingkan dengan modalnya. Saya sangat bersyukur, baru buka sudah dapat Rp 200.000. Waktu itu, warga di sekitar warung menyebutkan dengan Warung Merah karena dicat merah. Setahun kemudian dari laba yang ada, kami tambah stok barang,” ujarnya dalam acara Webinar Media Virtual Tour 2021, bersama Jakarta Editor Media Forum (JEMF), Kamis (11/2/2021).

Tahun 2009, warung kecil itu bertransformasi menjadi sebuah toko, dan nama pun berubah menjadi Toko Merah dengan dukungan pendanaan dari BNI. Toko Merah ini bangunannya diperluas dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI senilai Rp 400 juta. Namun, tiba – tiba pandemi Covid – 19 pun menyerang, jumlah pembeli yang datang ke toko pun berkurang, transaksi menurun, pendapatan pun kena imbasnya.

Tetapi, semangat tinggi Slamet tidak kendur. Dia lengkapi semua fasilitas pendukung Protokol Kesehatan, mulai dari alat pencuci tangan, dan hand sanitizer. Selain itu, Slamet menambah dua pegawai yang bertugas mengantar barang yang dipesan, karena setelah didera Pandemi, Slamet melayani pemesan melalui aplikasi chating, yaitu WhatApps. Kini, daya layanan Slamet pun meningkat dari radius 2 kilometer menjadi 4 kilometer.

"Akibat pandemi, pelanggan yang datang berkurang. Kami berupaya untuk berinisiatif mempertahankan pelanggan dan usaha. Sekarang kami kirim barangnya. Pelanggan cukup WA atau Telpon, kami kirim barangnya. Jadi (penjualan) kami hanya turun sebentar, setelah itu naik lagi. Beruntung juga dengan BNI yang sudah memilih saya Agen46,” ujarnya.

Dia mengatakan, dengan menjadi Agen46, omzet Toko Merah dapat bertahan di tengah pandemi. Toko Merah difasilitasi mesin EDC oleh BNI, sehingga bisa melayani transfer atau kirim uang. Pelanggan tidak perlu kemana-mana, cukup ke Toko Merah saja. Banyak pelanggan yang mengirim uang lewat BNI di Toko Merah. Selain itu, Slamet juga melayani jual pulsa, membayar tagihan listrik, membayar tagihan telepon , PDAM, hingga token listrik.

“Bukan itu saja, BNI juga mempercayai kami untuk ikut kegiatan sosial, yaitu turut menyalurkan Bantuan Sosial. Pada era Covid – 19 ini, BNI bermanfaat besar dan membantu kami dalam menghadapi pandemi ini. Saya coba berhitung, transaksi elektronik bisa mencapai 40% dari omzet keseluruhan. Terimakasih BNI, semoga bisa terus membantu UMKM seperti kami. Belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Dengan edukasi oleh BNI, caranya, wawasan saya jadi tambah luas, dan bersemangat,” ungkapnya.

Slamet bahkan optimis, ke depan dapat mencetak omzet digital yang dilakukan melalui mesin EDC BNI Rp 50 juta dalam sebulan. “Saya optimis karena prospeknya bagus sekali,” tutupnya.

Agen46 merupakan mitra BNI (perorangan maupun badan hukum yang telah bekerjasama dengan BNI) untuk menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat (Layanan Laku Pandai, Layanan LKD dan Layanan e-Payment). Hingga akhir tahun 2020, terdapat 170.158 Agen46 yang dikembangkan BNI dan tersebar di seluruh Indonesia.

Tag: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Agen46 BNI, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Covid-19

Penulis/Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Fajar Sulaiman