Sabtu, 06 Maret 2021 Portal Berita Entrepreneur

Alasan-alasan di Balik UKM Pilih Paxel sebagai Partner in Crime

Foto Berita Alasan-alasan di Balik UKM Pilih Paxel sebagai Partner in Crime
WE Entrepreneur, Jakarta -

UKM Indonesia menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19. Perbatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengakibatkan banyak UKM yang terpaksa menutup tokonya secara offline. Upaya adaptasi pun dilakukan UKM untuk bertahan selama masa PSBB, seperti 39,99% mengurangi stok barang jualan dan 16,1% mengurangi karyawan.

Perubahan perilaku pun dialami oleh pembeli selama masa PSBB meskipun tidak drastis. 37,3% pelanggan tetap berbelanja dengan jumlah normal atau lebih sedikit, tapi mengubah frekuensi belanja menjadi lebih sering.

Dengan kebutuhan yang berbeda, 28,3% pelanggan membeli produk dalam jumlah lebih banyak dari biasanya, tapi mengurangi frekuensi berbelanja menjadi lebih jarang dari sebelum masa PSBB.

Baca Juga: Call for UMKM, Go-Jek Gratiskan Biaya Transaksi Online Lho!

Paxel Buy & Send Insight II juga menemukan bahwa salah satu cara UKM bertahan di tengah pemberlakuan PSBB adalah dengan mengubah jenis produk yang dijual. 52% UKM membanting setir menjual makanan beku (33,1%) dan berbagai jenis kue (17,1%) untuk beradaptasi di tengah pandemi.

Zaldy Ilham Masita, COO Paxel, mengungkapkan, lewat survei, Paxel melihat kondisi terkini dan kebiasan UKM dalam memasarkan dan mengirim barang dagangan mereka selama masa PSBB. Terdapat beberapa adaptasi yang dilakukan UKM untuk bertahan di tengah pandemi.

"Paxel telah membantu UKM dalam beradaptasi dengan menggaet lebih banyak pelanggan baru dan meningkatkan omzet jualan dengan layanan sameday delivery antarkota Paxel," jelas Zaldy.

Masih dari survei yang sama, juga terungkap bahwa selain mengutamakan pengiriman yang cepat untuk kepuasan pelanggan dan perputaran uang lebih cepat, sameday delivery antarkota juga membantu UKM menjangkau pelanggan baru. 57% UKM mengalami peningkatan jumlah pelanggan baru karena layanan tersebut.

Hal ini dapat dipahami karena 57,2% UKM mengaku mengalami kendala pesanan yang dadakan, tapi perlu dikirim segera. Sementara 47,8% UKM lainnya mengalami kesulitan pengiriman karena lokasi penerima jauh dari lokasi penjual sehingga durasi pengiriman yang cepat membantu ketahanan barang, khususnya bagi UKM makanan.

"Oleh karena itu, 40,5% UKM lebih mengutamakan kecepatan pengiriman, bahkan mau berkompromi dengan ongkos kirim," imbuh Zaldy.

Menurutnya, UKM memilih menggunakan sameday delivery antarkota Paxel untuk mengantar 58,1% dari total penjualan online mereka. Pengiriman barang sameday delivery yang bisa menjangkau antarkota menjadi alasan utama bagi para UKM (70%) menjadikan Paxel sebagai partner logistiknya, diikuti dengan ongkos kirim yang flat (66,2%).

Salah satu pelaku UKM online yang mengutamakan kecepatan dan jangkauan pengiriman ketimbang harga yang murah adalah Vilia, pendiri usaha kuliner Riuh Rempah. Semasa PSBB, dia melihat momen ini sebagai kesempatan untuk memulai bisnis kuliner dan menggaet pelanggan baru dengan menawarkan produk yang sesuai kebutuhan, salah satunya frozen food, dan memilih partner yang pas.

"Hampir semua pembeli baru datang dengan kebutuhan segera, tapi lokasi mereka jauh. Jadi, kami pilih Paxel sebagai partner yang cocok, bisa sameday delivery sampai keluar kota dan ada freezer-nya juga," ujar Vilia.

Tag: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Paxel

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Paxel