Jum'at, 24 September 2021 Portal Berita Entrepreneur

Kisah Anak Konglomerat Bangun Raksasa Ritel di Turki, Tak Disangka Kini Jadi Miliarder Dunia!

Foto Berita Kisah Anak Konglomerat Bangun Raksasa Ritel di Turki, Tak Disangka Kini Jadi Miliarder Dunia!
WE Entrepreneur, Jakarta -

Pengecer online terbesar Turki, Hepsiburada, melakukan debut di pasar saham AS. Pendirinya pun turut menjadi salah satu wanita terkaya di Turki. Ialah Hanzade Dogan-Boyner, ketua dan pendiri perusahaan yang menjadi miliarder dunia.

Dilansir dari Forbes di Jakarta, Rabu (7/7/21) sahamnya di Hepsiburada yang terdaftar dengan nama D-Market Electronic Services and Trading di bursa Nasdaq dengan ticker “HEPS” bernilai hanya di bawah USD1 miliar (Rp14,4 triliun) pada penutupan perdagangan hari Selasa.

Baca Juga: Tiba-Tiba Diselidiki Pemerintah China, Pendiri Taksi Online Ini Tak Lagi Jadi Miliarder Dunia

Menurut pengajuan Hepsiburada dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS, Dogan-Boyner memiliki 21,5% dari perusahaan dan memegang 71% dari hak suaranya. Sahamnya, ditambah investasi real estat, kepemilikan keluarga, dan perusahaan taruhan olahraga, membuat Dogan-Boyner bernilai sekitar USD1,5 miliar (Rp21,7 triliun).

Sebagai anggota salah satu keluarga terkaya di Turki, Dogan-Boyner meluncurkan karir profesionalnya di bisnis keluarga usai mendapatkan gelar MBA di Universitas Columbia. Bisnis keluarganya yaitu konglomerat Turki Dogan Holding.

Saat mendirikan bisnis pengecer online-nya pada tahun 2000, Dogan masih bekerja di bisnis keluarga. Bisnis ini dimulai saat Dogan membeli penjual komputer online kecil bernama Infoshop dan menamainya Hepsiburada, yang dalam bahasa Turki berarti "semuanya ada di sini."

Sejak saat itu, dia telah menjabat sebagai ketua perusahaan, dan pada tahun 2008 ia telah berhenti dari perusahaan ayahnya untuk fokus pada usahanya sendiri.

Hepsiburada dimulai dengan menjual barang elektronik, tetapi berubah menjadi 'Amazon' versi Turki. Hepsiburada menjual segala sesuatu mulai dari kosmetik dan dekorasi rumah hingga peralatan taman dan mainan hewan peliharaan.

Bisnis ini menghasilkan pendapatan USD733 juta (Rp10,6 triliun) dari 9 juta pelanggan aktif dan 33 juta anggota pada tahun 2020. Perusahaan masih membukukan kerugian bersih sebesar USD55 juta (Rp796 miliar) tahun lalu.

Dogan-Boyner adalah salah satu dari sedikit wanita di balik IPO jutaan dolar. Dia juga pendiri Nesine, sebuah perusahaan swasta yang merupakan salah satu platform online taruhan olahraga terbesar di Turki.

Forbes memperkirakan Dogan-Boyner memegang sekitar USD200 juta (Rp2,8 triliun) dalam kepemilikan real estat, termasuk saham di pusat perbelanjaan The Alexanderplatz di Berlin, The Diplomat Hotel di London, dan Trump Towers dan Hilton Hotel di Istanbul.

Ini bukan pertama kalinya Dogan-Boyner menjadi miliarder. Pada tahun 2008, ia menduduki peringkat ke-1.062 dalam daftar Miliarder Dunia versi Forbes, dengan perkiraan kekayaan bersih sebesar USD1 miliar.

Sayangnya, nilai sahamnya di keluarga segera turun di bawah ambang batas, mendorongnya keluar dari daftar pada tahun berikutnya. Ayah Dogan-Boyner, Aydin Dogan, juga seorang miliarder, dengan kekayaan sekitar USD1,1 miliar (Rp15,9 triliun). Ayahnya adalah seorang mantan taipan media yang membangun kekayaannya melalui kepemilikan atas beberapa saluran TV dan surat kabar Turki yang ia jual pada 2018.

Tag: Hanzade Dogan-Boyner, Turki

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Getty Images/Forbes