Jum'at, 25 Juni 2021 Portal Berita Entrepreneur

Kisah Orang Terkaya: Evan Spiegel, Pendiri Snapchat yang Lahir dari 'Sendok Emas'

Foto Berita Kisah Orang Terkaya: Evan Spiegel, Pendiri Snapchat yang Lahir dari 'Sendok Emas'
WE Entrepreneur, Jakarta -

Pendiri Snapchat, Evan Spiegel ialah salah satu orang terkaya di dunia. Kekasih dari supermodel Miranda Kerr ini memiliki kekayaan bersih USD10,7 miliar (Rp154 triliun), berdasarkan Forbes.

Spiegel dibesarkan di Pacific Palisades, daerah Los Angeles di timur Malibu. Ia lahir dengan 'sendok emas' sebagai anak sulung dari orang tua yang merupakan pengacara berpendidikan Ivy League. Sayang, orang tuanya bercerai saat dia duduk di bangku SMA.

Spiegel menghabiskan tahun-tahun awalnya di sekolah ultra-eksklusif bernama Crossroads di Santa Monica, dengan biaya puluhan ribu dolar per tahun akademik. Alumni terkenal lainnya termasuk salah satu pendiri Tinder, Sean Rad, Kate Hudson, Jonah Hill, Jack Black, dan Gwyneth Paltrow.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Eyal Ofer, Pewaris Raksasa Perkapalan yang Sukses Bikin Perusahaan Makin Moncer

Spiegel adalah anggota dari sejumlah klub eksklusif, termasuk Klub Jonathan di Santa Monica dan Klub Pantai dan Tenis La Jolla. Mereka sering melakukan perjalanan ke Eropa, mempekerjakan pembantu rumah tangga penuh waktu, dan bahkan pergi seluncur salju dengan helikopter di Kanada.

Spiegel melanjutkan studi desain produk di Stanford University yang merupakan almamater ayahnya. Di sana, ia bertemu dengan salah satu pendiri Snapchat, Reggie Brown dan Bobby Murphy.

Spiegel berteman dengan pendiri Intuit, Scott Cook, setelah dia memberikan ceramah di satu kelas. Cook akhirnya membiarkan Spiegel mengerjakan produk Intuit yang rencananya akan dirilis di India saat dia mengerjakan program sarjana.

Sayangnya, Spiegel keluar dari Stanford hanya beberapa kredit sebelum lulus karena mendirikan Snapchat. Tim tersebut mengembangkan sebagian besar aplikasi pesan yang menghilang, yang pertama kali disebut Picaboo, pada tahun 2012 saat bermarkas di rumah ayah Spiegel di Palisades.

Meskipun Snapchat akhirnya pindah ke kantor di Venesia, Spiegel tinggal di rumah ayahnya selama bertahun-tahun karena harga sewanya murah. Spiegel pindah dari rumah ayahnya pada November 2014 dan membeli rumah tiga kamar tidurnya sendiri di Brentwood seharga USD3,3 juta (Rp47 miliar).

Tidak lama kemudian calon pengakuisisi datang mengetuk pintu Spiegel untuk membeli Snapchat. Spiegel menolak tawaran USD3 miliar (Rp43 triliun) dari CEO Facebook Mark Zuckerberg pada tahun 2013. Karena basis pengguna dan penilaian Snapchat terus meroket, Spiegel dengan cepat menjadi selebriti yang bonafid di dunia teknologi dan media.

Di sini dia berkumpul dengan George Lucas dan Wakil CEO Shane Smith selama Vanity Fair New Establishment Summit pada Oktober 2014. Setelah Snapchat menyelesaikan putaran pendanaan besar pada Juni 2015, Spiegel membeli sebuah Ferrari untuk dirinya sendiri.

Spiegel cukup sering dikaitkan dengan artis-artis papan atas, sebut saja penyanyi pop Taylor Swift, mereka dikabarkan bertemu pada Desember 2013 di sebuh pesta malam tahun baru untuk waktu yang singkat.

Namun, akhirnya hati Spiegel mulai bertaut dengan supermodel Miranda Kerr selama musim panas 2015. Mereka pertama kali bertemu saat makan malam untuk Louis Vuitton di Los Angeles.

Pada Mei 2016, pasangan itu membeli rumah seluas 7.164 kaki persegi yang dimiliki oleh Harrison Ford seharga USD12 juta (Rp173 miliar). Pada 2016, mereka pun bertunangan.

Selain terkenal di jagat teknologi, Spiegel juga terkenal akan dunia fesyen yang ia gemari. Ia juga memiliki lisensi pilot dan juga merangkai bunga. Kemeja khasnya adalah v-neck putih James Perse, yang dijual seharga USD60 (Rp865 ribu).

Pada September 2016, Spiegel mengganti nama Snapchat menjadi Snap Inc. dan menyebutnya perusahaan kamera. Selain itu, dia juga meluncurkan kacamata hitam yang dilengkapi kamera yang disebut Spectacles.

Spiegel sangat menghargai kerahasiaan dalam urusan bisnisnya serta kehidupan pribadinya. Karyawan Snap sering tidak tahu tentang produk yang sedang dikerjakan perusahaan sampai diumumkan secara publik.

Ketika dia mengakuisisi startup kecil bernama Vergence Labs untuk membantu menciptakan Spectacles, karyawan startup tidak diizinkan untuk mengakui bahwa mereka bekerja untuk Spiegel sampai kesepakatan itu bocor secara online.

Spiegel juga telah dipuja oleh banyak orang sebagai produk visioner dan jenius yang tahu apa yang diinginkan kaum muda. Seseorang yang dekat dengannya menyamakannya dengan Picasso. Pada 2017, ia bersiap untuk mempublikasikan perusahaannya dengan penilaian USD20 miliar (Rp288 triliun).

Sebagai CEO Snap, Evan Spiegel menjadi miliarder pada usia 25 tahun. Setiap hari, sekitar 265 juta orang menggunakan Snapchat untuk mengirim foto dan video yang menghilang.

Spiegel dan Murphy sama-sama memiliki lebih dari 30% Snap tetapi memiliki hak suara yang memberi mereka kendali atas dewan. Setelah enam tahun keluar dari perkuliahan, akhirnya Spiegel lulus dari Stanford dengan gelar B.S. dalam Desain Produk pada tahun 2018.

Spiegel telah menyumbangkan hampir USD154 juta (Rp2,2 triliun) dalam bentuk saham Snap. Spiegel dan Murphy telah berjanji untuk menyumbangkan 13 juta saham ke Snap Foundation.

Tag: Snapchat, Evan Spiegel, Kisah Orang Terkaya

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Twitter/the_recent.column