Minggu, 24 Oktober 2021 Portal Berita Entrepreneur

Usai Hilang dan Didenda, Jack Ma Tiba-tiba Muncul Bareng Vladimir Putin, Ada Apa Ini?

Foto Berita Usai Hilang dan Didenda, Jack Ma Tiba-tiba Muncul Bareng Vladimir Putin, Ada Apa Ini?
WE Entrepreneur, Jakarta -

Usai menghilang sejak Oktober 2020, Jack Ma baru muncul sekali pada bulan Januari untuk menyapa guru teladan di China melalui yayasannya. Kini, Jack Ma baru-baru ini muncul kembali bersama dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Setelah perusahaannya, Alibaba didenda oleh pemerintah China sebesar USD2,8 miliar (Rp40 triliun), Jack Ma muncul menghadiri pertemuan online Russian Geographical Society.

Dilansir dari Business Insider di Jakarta, Jumat (16/4/21) Ma tampak menjadi peserta dan menyimak pembicaraan Vladimir Putin. Dalam video konferensi itu, Ma terlihat memakai busana jas resmi.

Baca Juga: Jack Ma dan Alibaba Didenda, Jadi Akhir Masa Kejayaan Raksasa Teknologi China

Namun, tak diketahui pasti lokasi keberadaan Jack Ma. Ma dikenal dekat dengan Rusia selama bertahun-tahun. Ia juga sudah beberapa kali tampil bersama Putin. Pada pertengahan 2020, Departemen Pertahanan Rusia bahkan berterima kasih padanya karena donasi sejuta masker dan alat tes Corona darinya.

Ia juga sempat disebut anggota kehormatan Russian Geographical Society. Bahkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, memuji Jack Ma sebagai teman sejati negara Rusia.

Setelah berbulan-bulan Alibaba dan Ant Group ditindak oleh pemerintah China, Jack Ma sepertinya tak ingin banyak berbicara.

Sebagaimana diketahui, Ma tidak terlihat secara publik antara acara 31 Oktober. Hilangnya dari kehidupan publik terjadi setelah dia mengkritik sistem regulasi keuangan China pada 24 Oktober. Dan pada November, China memperkenalkan regulasi baru yang menghentikan penawaran umum perdana Ant Group.

Ant Group mengumumkan minggu-minggu ini bahwa mereka telah setuju untuk merestrukturisasi dan mengizinkan pekerjaannya diawasi lebih ketat setelah adanya tuntutan dari pemerintah China.

Tag: Jack Ma, Vladimir Putin, Alibaba Group Holding Limited

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Reuters