Selasa, 18 Mei 2021 Portal Berita Entrepreneur

Tak Puas Usut Alibaba, China Mau Bungkam Media yang Dikuasai Jack Ma!

Foto Berita Tak Puas Usut Alibaba, China Mau Bungkam Media yang Dikuasai Jack Ma!
WE Entrepreneur, Jakarta -

Selama bertahun-tahun, Jack Ma telah mengumpulkan portofolio media di China yang menyaingi Jeff Bezos di Amerika Serikat. Tapi sekarang masa depan kerajaan media Jack Ma berada di garis bidik pemerintah China.

Otoritas China telah memerintahkan Alibaba untuk mendivestasikan beberapa aset medianya. Hal ini karena meningkatnya kekhawatiran tentang pengaruh perusahaan atas opini publik di negara tersebut, menurut laporan The Wall Street Journal dan Bloomberg.

Baca Juga: Fintech Jack Ma Makin Panas, CEO Ant Group Mundur dari Jabatan!

Dilansir dari Tech Crunch di Jakarta, Selasa (16/3/21) ekspedisi Alibaba dalam investasi media berada di bawah pengawasan ketika perusahaan mengumumkan pembelian South China Morning Post, surat kabar berbahasa Inggris yang diluncurkan 118 tahun lalu di Hong Kong.

Kepemilikan medianya yang terkenal di China termasuk situs berita teknologi 36Kr yang terdaftar di New York. Perusahaan tersebut didukung oleh afiliasi fintech Alibaba, Ant Group, serta Shanghai Media Group milik negara, yang memiliki perjanjian strategis dengan Alibaba.

Kritikus mempertanyakan saham Alibaba di South China Morning Post. Untuk meredakan kekhawatiran, Jack Ma telah berjanji untuk menjaga independensi editorial dari outlet berita tersebut.

Dalam kesepakatan media lain, Alibaba kerap fokus pada potensi kolaborasi digital dengan publikasi. Misalnya, ia berjanji untuk memanfaatkan keahlian data dan komputasi awannya untuk membantu Shanghai Media Group yang merupakan konglomerat media keuangan berpengaruh dalam mengembangkan platform data keuangan.

Alibaba juga mencari media baru seperti Weibo, situs mirip Twitter asal China, dan situs video yang populer di kalangan anak muda di China, Bilibili.

Kekhawatiran pemerintah China tumbuh ketika Weibo tampaknya telah menghapus sejumlah postingan tentang perselingkuhan seorang eksekutif Alibaba pada Juni lalu. Segera setelah itu, regulator internet teratas China menegur Weibo karena mengganggu ketertiban komunikasi online tanpa mengidentifikasi kasus.

Pemerintah China telah memulai gelombang tindakan keras terhadap kekuatan yang terkonsentrasi dalam ekonomi internet. Pada bulan Desember, regulator antitrust menghukum Alibaba dan Tencent untuk membayar denda kecil karena gagal melaporkan akuisisi sebelumnya. Hingga kini, masih harus dilihat aset media berharga Alibaba mana lagi yang perlu dibuang.

Tag: Jack Ma, China (Tiongkok)

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Reuters