Minggu, 11 April 2021 Portal Berita Entrepreneur

Jack Ma vs Pemerintah China Bikin Investor Ketar-Ketir dengan Masa Depan Alibaba

Foto Berita Jack Ma vs Pemerintah China Bikin Investor Ketar-Ketir dengan Masa Depan Alibaba
WE Entrepreneur, Jakarta -

Kehadiran Jack Ma kembali tampaknya masih membuat beberapa pihak investor khawatir mengenai nasib Jack Ma dan perusahaannya, Alibaba. Bahkan, beberapa investor mengaku ragu akan masa depan Alibaba di tengah kasus yang tengah dijalani raksasa e-commerce tersebut.

Sebagaimana diketahui, Jack Ma telah menghilang selama 3 bulan lamanya usai mengkritik sistem keuangan China menjelang IPO Ant Group, raksasa fintech yang ia dirikan. Sayangnya, kritikan itu membuat sejumlah pejabat marah, termasuk Presiden Xi Jinping.

Meski performa keuangan Alibaba masih mentereng, sayangnya isu dengan pemerintahan China bisa memengaruhi pertumbuhan perusahaan. Itulah yang ditakutkan investor.

Baca Juga: Jack Ma Tidak Ditahan, Xi Jinping Hanya Kasih 'Pelajaran'

"Investor saat ini melihat Alibaba dengan jauh lebih hati-hati setelah sebelumnya tertarik dengan cerita pertumbuhannya dan profil global pendirinya," ujar Rebecca Fannin, penulis Tech Titans of China sebagaimana dikutip dari CNBC International di Jakarta, Jumat (5/2/21).

Jika Alibaba dipecah atau regulasi pemerintah menjadi sangat ketat, pastinya berpengaruh besar terhadap perusahaan. Meski demikian, tensi ketegangan antara Alibaba, Jack Ma dan pemerintah China diprediksi akan segera menurun.

Selain itu, masih ada investor yang optimis terkait masa depan Alibaba. Menurutnya, keadaan saat ini hanya sekadar riak dan kedepannya, Alibaba akan baik-baik saja.

"Alibaba adalah contoh terdepan kapabilitas teknologi China dan kami tak memprediksi pemerintah akan merusak bisnis mereka secara permanen," sebut Matthew Schopfer, kepala riset di Infusive.

"Jika kita melihat ke sisi lain, kami pikir pasar akan kembali fokus pada Alibaba dan platformnya sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari konsumen di China," tambahnya.

Tag: Jack Ma, Alibaba Group Holding Limited, China (Tiongkok)

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Reuters