Jum'at, 18 Juni 2021 Portal Berita Entrepreneur

Daging Semua! Raditya Dika Bagikan 9 Cara Jadi Kaya Raya, Berani Coba?

Foto Berita Daging Semua! Raditya Dika Bagikan 9 Cara Jadi Kaya Raya, Berani Coba?
WE Entrepreneur, Jakarta -

Menjadi orang kaya adalah takaran sukses kebanyakan orang. Tetapi bagi Raditya Dika, menjadi kaya tak hanya soal harta, namun pastikan dirimu memiliki nilai. Dalam channel YouTube Raditya Dika, ayah dua anak ini mengungkap 9 cara menjadi kaya versi dirinya. Pastikan simak ya agar kamu bisa ketularan kaya dan sukses seperti Raditya Dika!

1. Cari keahlian yang membuatmu penasaran secara intelektual

Sedini mungkin cari hal yang membuat kamu penasaran untuk mengulik sesuatu. Bagi Radit, penasaran secara intelektual akan hal yang disukai berarti akan menimbulkan beragam pertanyaan yang dapat merangsang intelektual kita. Sebagai contoh, 'Kenapa bisa begini?' dan 'Bagaimana cara untuk bisa lebih baik dari ini?'.

Baca Juga: Selalu Moncer di Segala Bidang, Ini Rahasia Sukses Raditya Dika

Menurut pengalaman Radit, ia sejak dulu suka membedah buku dan mencari formula membuat suatu buku. Hal itu pun ia terapkan hingga sukses menjadi seorang penulis seperti sekarang. Penasaran secara intelektual adalah modal dasar untuk menjadi yang terbaik. Dengan menjadi yang terbaik, uang akan datang dengan sendirinya.

2. Keberuntungan bisa diciptakan

Beberapa orang mungkin beruntung lahir dari keluarga yang memiliki privilege dari segi harta atau support untuk dirinya. Tetapi, membandingkan diri sendiri dengan keberuntungan orang lain tidak akan membuatmu lebih baik.

Percayalah bahwa keberuntungan bisa diciptakan. Radit percaya kata-kata seorang filsuf bernama Elmer Leterman yang mengatakan bahwa keberuntungan adalah pertemuan antara persiapan dengan kesempatan atau peluang.

Karena itulah Radit melanjutkan, cara mendapatkan keberuntungan melalui kesempatan adalah dengan banyak mempersiapkan diri yaitu dengan meningkatkan skill dan bekerja keras. Dilanjutkan dengan banyak membuka kesempatan seperti membuka networking baru dan ikut event-event sesuai industri. Semakin diri kita siap, ketika kesempatan datang, kita mampu menggapainya dan saat itulah keberuntungan dan uang akan datang.

3. Berhenti menukar waktu dengan uang

Hal ini berarti berhenti melakukan pekerjaan yang ditukar dengan uang. Fokuslah menciptakan uang di saat kita tidur, seperti investasi, kepemilikan bisnis dan properti yang harus menjadikan ujung tujuan kita. Jika masih jadi karyawan, itu berarti masih menukar waktu dengan uang yaitu gaji. 

Radit menambahkan, hal ini bukan berarti harus cepat-cepat keluar dari perusahaan, tetapi bekerjalah untuk tujuan belajar. Dengan niat bahwa semua ilmu yang didapatkan di perusahaan akan diaplikasikan untuk mencapai tujuan investasi.

Selain itu, menurut Radit, properti bukan berarti rumah atau kos-kosan, tetapi juga bisa intelektual properti seperti buku, film atau program yang bisa dibeli projection house atau tv yang akan memberikan uang secara berkala hingga menjadi passive income.

Apabila kamu ingin berbisnis, mulailah percaya dengan orang lain, belajar delegasi yaitu memberikan sebagian tanggungjawab kepada orang lain sehingga waktu yang kamu miliki tidak dihabiskan untuk hal-hal teknis dan fokus untuk berpikir secara strategis untuk mengembangkan bisnis atau menambahkan aliran pemasukan perusahaan.

4. Menciptakan media untuk mempertontonkan skill

Di zaman digital seperti saat ini, mudah bagi siapa saja untuk menemukan dirimu. Jadi, jangan pernah ragu untuk menunjukkan skill seperti menulis blog, bikin podcast, video untuk YouTube dan lain sebagainya. Tak seperti dulu, saat ini setiap orang adalah media bagi dirinya sendiri.

Dengan menunjukkan skill di internet, kita tak pernah tau siapa yang akan membaca tulisan atau melihat skill kita. Apabila tidak demikian, kita tidak pernah tau kesempatan apa yang akan datang.

Seperti menjadi content creator, Radit mengungkap hanya dibutuhkan 0 rupiah untuk membuat sebuah konten di sosial media. Jangan takut karya tak bagus, karena karya yang bagus diawali dari karya yang tak bagus.

Selain itu, fokuslah pada nilai ke orang lain, jangan melulu memikirkan uang. Radit melanjutkan, orang-orang sukses pada awalnya tak memikirkan bagaimana cara untuk menjadi kaya, tetapi bagaimana orang lain mendapat manfaat dari dirinya.

5. Fokus menciptakan nilai, bukan menciptakan uang

Lebih lanjut, Radit menekankan bahwa uang akan datang ketika seseorang punya nilai. Semakin bernilai seseorang, maka semakin banyak uang yang akan didapat. Seperti seorang karyawan yang ingin bertahan di perusahaan atau mendapatkan kenaikan gaji, sudah semestinya menunjukkan nilai dirinya. Seperti, kontribusi apa yang ia lakukan untuk perusahaan. Entah produk inovatif atau sistem baru yang lebih strategis.

"Kita adalah apa yang kita tinggalkan di belakang," ujar Radit.

Menciptakan nilai juga bisa dengan membuat karya yang berbeda dari kebanyakan orang. Semakin beda diri kita, semakin kita tidak tergantikan. Semakin kita bernilai, maka semakin besar nilai uang yang akan didapat karena tidak ada alternatif atau pesaing lain selain diri kita.

"Bisnis yang sukses adalah ketika sebuah bisnis bisa memecahkan persoalan saat orang lain tak tau pemecahan masalah itu seperti apa," ujar Radit lagi.

6. Jangan terjebak dengan self-serving bias

Self-serving bias adalah kecenderungan untuk menyalahkan orang lain ketika gagal dan terlalu memuji diri sendiri ketika berhasil.

"Ini berbahaya," tegas Radit.

Self-serving bias akan membuat seseorang tak berkembang karena tak tau kekurangan dirinya sendiri. Padahal, sejatinya hidup adalah terus menerus memperbaiki kesalahan.

Yang seharusnya kita lakukan adalah mengapresiasi dan terus bekerja sama dengan seseorang yang membuat kinerja kita terus meningkat. Hal-hal baik akan datang dari kerjasama panjang dengan orang-orang yang baik.

Selayaknya di bidang usaha, jika kita sukses jangan lupa apresiasi orang-orang yang telah membawa kita ke arah kesuksesan. Sebaliknya, jika gagal, salahkan diri sendiri dan evaluasi apa yang membuat kita gagal serta terus belajar dari kesalahan.

7. Jangan terjebak dengan permainan status

Rumus kekayaan adalah total aset dikurangi dengan utang. Radit mengungkapkan agar kita fokus pada membesarkan aset dan mengurangi utang. Jadilah orang kaya, jangan jadi orang yang terlihat kaya. Orang yang terlihat kaya akan menghamburkan uang pada barang-barang yang meningkatkan status.

"Barang mewah untuk membuat orang lain kagum sama sekali tidak penting," tandas Radit.

Kalaupun ingin membeli barang mewah, belilah untuk diri sendiri. Tak perlu dipamerkan. Hati-hati dengan lingkungan teman yang hanya peduli pada status atau barang mewah. Karena, ketika kita terjebak dengan pertemanan seperti itu, maka akan semakin sulit bagi kita untuk kaya.

8. Mengerti mikro dan makroekonomi

Penting untuk mengetahui pengetahuan dasar mengenai mikro dan makroekonomi yaitu ilmu yang mempelajari untuk memaksimalkan perusahaan atau individu mendapatkan keuntungan dalam produksi yang terbatas.

Hal ini akan menjadi landasan penting untuk apapun yang kita lakukan, baik saat menjadi karyawan dan wirausaha. Selain itu, kita juga akan paham industri apa yang akan tumbuh serta bagaimana regulasi pemerintah yang akan memengaruhi investasi kita.

Selain itu, dengan memahami mikro dan makroekonomi, kita bisa memahami dampak keputusan pemerintah terhadap industri bisnis secara keseluruhan. Radit menambahkan, pahami juga strategi marketing karena setiap produk butuh dipasarkan. Jika produk dan pemasaran baik, maka uang akan datang.

9. Menjadi kaya pelan-pelan adalah yang terbaik

Terakhir, Radit mengingatkan agar tak terburu-buru untuk menjadi kaya raya.

"Janganlah terlalu nafsu ketika ada yang menawarkan investasi beruntung besar. Ingatlah keuntungan tinggi juga memiliki risiko yang tinggi," tandas Radit.

Jangan berbisnis dengan seseorang yang terlalu banyak berjanji dan jangan berbisnis dengan hanya mengandalkan emosi semata. Cobalah untuk berpikir panjang agar bisnis yang dijalankan juga dapat bertahan lama.

Itulah 9 cara menjadi kaya raya ala Raditya Dika. Jangan lupa diterapkan ya!

Tag: Raditya Dika, Kisah Sukses

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Instagram/raditya_dika