Minggu, 07 Maret 2021 Portal Berita Entrepreneur

Warisan Miliarder Italia Ini Jatuh ke Tangan Anak dan Istri Kedua

Foto Berita Warisan Miliarder Italia Ini Jatuh ke Tangan Anak dan Istri Kedua
WE Entrepreneur, Jakarta -

Hampir empat tahun lalu, kematian miliarder Italia, Bernardo Caprotti memicu pergulatan keluarga selama bertahun-tahun atas keinginan dan kendali Esselunga. Esselunga merupakan jaringan supermarket Italia yang ia dirikan pada tahun 1957 dengan Nelson Rockefeller.

Dilansir dari Forbes di Jakarta, Kamis (16/7/2020) dengan terpilihnya putri Bernardo Marina Caprotti sebagai presiden baru Esselunga, memperkuat kontrolnya atas perusahaan milik pribadi sebesar USD9,3 miliar (Rp136 triliun). Perusahaan telah mendominasi sektor ritel makanan di Italia utara.

Baca Juga: 5 Taipan yang Warisannya Jadi Rebutan Anak Seperti Eka Tjipta

Kesepakatan yang tercapai pada akhir Maret ini menempatkan 100% perusahaan di tangan Marina dan sang ibu, Giuliana Caprotti yang merupakan istri kedua dari Bernardo Caprotti.

Bernardo Caprotti akan meninggalkan 70% perusahaan ke Marina dan Giuliana dan 30% sisanya untuk anak-anaknya dari pernikahan pertamanya, Giuseppe dan Violetta.

Setelah beberapa tahun negosiasi dan arbitrase, Marina dan Giuliana mencapai kesepakatan pada 21 Maret untuk membeli saham Giuseppe dan Violetta dengan harga sekitar USD2,1 miliar (Rp30 triliun), menjadikan nilai seluruh perusahaan pada USD7 miliar (Rp107 triliun).

Forbes saat ini memperkirakan kekayaan Marina dan Guiliana masing-masing bernilai USD1,5 miliar (Rp21 triliun). Sementar itu, pada saat kematian Bernardo Caprotti, Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya mencapai USD2,6 miliar (Rp38 triliun).

Sejak itu, penjualan perusahaan telah tumbuh hampir 8%, didorong oleh pembukaan toko baru di pasar seperti Roma dan Genoa. Ketika lockdown akibat Covid-19 menutup toko-toko tidak penting di seluruh Italia, Esselunga menawarkan pengiriman online gratis kepada pelanggan di atas usia 65 tahun dan menyediakan lebih dari USD600 juta (Rp8,7 miliar) pendanaan kepada pemasok untuk memastikan dapat mengimbangi lonjakan permintaan bahan makanan.

Marina adalah anggota pertama keluarga Caprotti yang mengambil alih kendali perusahaan sejak kematian ayahnya yang memimpin perusahaan sejak awal tahun 1957.

Tag: miliarder, Italia

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Unsplash/Sharon McCutcheon