Jum'at, 24 September 2021 Portal Berita Entrepreneur

Wapres Dorong Tumbuhnya Kewirausahaan Sosial sebagai Solusi Ketahanan Ekonomi

Foto Berita Wapres Dorong Tumbuhnya Kewirausahaan Sosial sebagai Solusi Ketahanan Ekonomi
WE Entrepreneur, Jakarta -

Pandemi Covid-19 yang terjadi Indonesia sejak setahun silam telah meningkatkan kemiskinan dan pengangguran. Pengusaha UMKM di Indonesia sebanyak 64 juta orang.

Namun 97 persennya adalah usaha mikro yang menyerap tenaga kerja mencapai 107 juta orang.

Pemerintah melakukan berbagai upaya meminimalisir dampak pandemi, dengan berbagai kebijakan untuk menyelamatkan kesehatan dan ekonomi.

Guntur Subagja Mahardika, Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI dalam Webinar Kewirausahaan yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Sinjai, Sulawesi Selatan, melalui daring, Kamis (22/7/2021) mengatakan, pandemi Covid-19 memiliki dampak besar terhadap ekonomi, menuntut kita untuk kreatif dan inovatif untuk bangkit.

Guntur yang juga Ketua Umum Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indobesia (INTANI) menyebut, di satu sisi pandemi mematikan sejumlah sektor usaha, namun di sisi lain banyak peluang usaha yang bisa ditangkap generasi muda.

Diantaranya, sektor pangan dan pertanian, petermakan, perikanan, industri kreatif, perlengkapan kesehatan, logistik, dan digital.

Ia mengungkapkan tren kewirausahaan saat ini dan ke depan adalah kewirausahaan sosial (social entrepreneurship).

"Kewirausahaan sosial harus menghasilkan profit tapi memiliki dampak sosial besar serta berkelanjutan," kata Guntur.

Guntur menyebutkan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin sangat mendorong tumbuhnya kewirausahaan. Kewirausahaan merupakan salah satu kunci penentu keberhasilan pembangunan ekonomi. 

Ia menjelaskan re-focusing tugas Wakil Presiden adalah pengentasan kemiskinan, pengembangan UMKM, pengembangan industri halal dan keuangan syariah, reformasi birokrasi, dan pembangunan Papua.

Guntur yang juga Ketua Center fo Strategic Policy Studies (CSPS) mengungkapkan pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia tinggi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pada tahun 2014 baru 1,4 persen, tumbuh di tahun 2016 menjafi 3,1 persen, dan pada 2019 mencapai 5 persen.

"Di era teknologi digital, wirausaha muda dituntut mengoptimalkan digital dalam usahanya. Pandemi Covid-19 telah mempercepat penerapan teknologi digital di semua sektor," tutur Guntur.

Tag: Entrepreneur, Maruf Amin

Penulis: Redaksi

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Instagram/kyai_marufamin