Senin, 14 Juni 2021 Portal Berita Entrepreneur

Persaingan The Apprentice Makin Ketat, Peserta dari India Harus Pulang

Foto Berita Persaingan The Apprentice Makin Ketat, Peserta dari India Harus Pulang
WE Entrepreneur, Jakarta -

Reality show The Apprentice: ONE Championship Edition telah memasuki episode 8. Persaingan sebanyak delapan kandidat semakin ketat dengan tantangan fisik yang sangat melelahkan dan juga tantangan bisnis yang demikian menantang. Untuk episode kali ini, Legenda MMA dan Vice President ONE Championship Rich Franklin bergabung dengan Task Captain Dom Lau untuk mengawasi tantangan fisik yang ada. Tim wajib bekerjasama untuk membuktikan ketahanan mereka di bawah tekanan ekstrem dengan selamat dari simulasi kecelakaan helikopter yang diselenggarakan oleh MSTS Singapura. Para kandidat diikat ke kursi di dalam lambung helikopter tiruan yang terbalik di bawah air. Para kandidat harus mengatasi rasa takut dan kecemasan untuk menemukan jalan menuju keselamatan. Pada tantangan kali ini, Niraj, peserta dari India, dipindahkan ke Tim Valor untuk menyeimbangkan dua grup dengan masing-masing empat anggota. Sementara Tim Valor memamerkan kerja tim yang hebat untuk menyelesaikan tantangan tanpa banyak kesulitan

Namun kondisi berkebalikan terjadi pada Tim Conquest. Nazee tidak bisa mengamankan masker oksigennya dengan benar sebelum dia tenggelam dan menyebabkan dirinya panik. Terjebak di reruntuhan tiruan, Nazee menemukan kantung udara dimana dia bisa bernapas sebelum membutuhkan bantuan untuk melarikan diri. Ini memberikan waktu ekstra untuk penghitungan keseluruhan Tim Conquest. Dengan penampilan yang mampu ditunjukkan kedua tim, Tim Valor memenangkan tantangan dengan waktu gabungan tercepat.

Sedangkan untuk tantangan bisnis, para peserta ditantang untuk memposisikan berbagai produk recycle guna mempromosikan masa depan yang berkelanjutan. Tim melakukan penawaran sebagai grup untuk perusahaan secara B2B (business-to-business) dan secara individu ke pelanggan B2C (business-to-consumers). Produk berkisar dari skateboard tua yang diubah menjadi bangku hingga barang-barang kayu yang terbuat dari limbah industri dan pohon tumbang. Khawatir bahwa dia akan digulingkan jika Tim Conquest akhirnya kalah, Jessica mengajukan diri kepada Irina untuk menjadi Manajer Proyek daripada Nazee.

Sedangkan di Tim Valor, Paulina ditunjuk sebagai Manajer Proyek setelah pemungutan suara dengan suara bulat. Paulina yang merupakan peserta dari Indonesia mendorong Tim Valor dengan fokus tajam pada memaksimalkan margin keuntungan, memilih untuk menghitung angka guna memenuhi target penjualan. Tapi pengecer merasa tidak terhubung, dan promosi Tim Valor ternyata sulit dijual. Hasilnya, Tim Valor meraup total penjualan keseluruhan S$15.769. Dengan hanya sekitar 12 persen dari penjualan mereka yang berasal dari B2C, tim kehilangan peluang besar untuk meningkatkan jumlahnya, dengan Niraj gagal total dalam penjualan individu. Paulina mengatakan dia tidak mengantisipasi porsi penjualan individu menjadi begitu berpengaruh.

Sedangkan Tim Conquest mengambil pendekatan yang berbeda. Mereka memilih untuk membuat proposisi nilai dengan pengecer mereka yang membuat produk lebih dapat diterima. Item yang ditawarkan sesuai dengan yang dicari pengecer. Irina mengusulkan diantaranya workshop dengan produk-produk yang memberi nilai tambah bagi pembeli. Niharika terkesan dengan kemampuan Jessica untuk menjalin hubungan baik dengan kliennya, sehingga dia dapat menutup penjualan dengan mudah. Tim Conquest menyelesaikan tugas dengan total penjualan keseluruhan S$26.416. Jessica menyumbangkan S$11.230 yang luar biasa dalam penjualan individu, yang oleh Chatri disebut sebagai "jumlah yang tidak masuk akal".

Pada akhirnya, Tim Conquest membawa pulang kemenangan dengan angka penjualan yang lebih unggul. Sementara di ruang rapat, Chatri menjelaskan bahwa meski dinamika tim akan terus memainkan peran penting dalam kompetisi, lebih banyak penekanan akan ditempatkan pada kinerja individu ke depan. Louie, Monica, dan Niraj mengatakan bahwa Paulina melakukan pekerjaan yang luar biasa sebagai Manajer Proyek. Namun, menjelang chopping block, kandidat Indonesia itu terpaksa membawa Monica dan Niraj bersamanya. Chatri memuji Paulina atas kemampuan kepemimpinannya tetapi mengatakan bahwa dia tidak menonjol di bidang tertentu sebagai individu.

Di lain pihak, Niharika tidak yakin Monica bisa memenangkan kompetisi dan menjadi Chief of Staff ONE, sementara Chatri bertanya-tanya apakah dia merupakan seorang yang hanya hebat dalam satu bidang tertentu. Chatri memuji Niraj karena semangat juangnya, tetapi dia mengatakan terlalu banyak alasan karena kurangnya keterampilannya. Setelah terus menerus berada di posisi tiga terbawah, Niraj akhirnya tersingkir dari kompetisi.

Tag: ONE Championship

Penulis/Editor: Taufan Sukma

Foto: Taufan Sukma