Jum'at, 16 April 2021 Portal Berita Entrepreneur

Berkat Ventilator, Orang Terkaya di Singapura Tambah Kaya 1 Miliar Dolar AS Tiap Bulannya!

Foto Berita Berkat Ventilator, Orang Terkaya di Singapura Tambah Kaya 1 Miliar Dolar AS Tiap Bulannya!
WE Entrepreneur, Jakarta -

Kekayaan pria terkaya di Singapura meningkat sekitar USD 1 miliar (Rp15,5 triliun) per bulan tahun ini dari penjualan ventilator ke negara-negara yang berusaha memerangi virus corona.

Ia adalah Li Xiting yang merupakan salah satu pendiri dan ketua perusahaan perangkat medis bernama Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics. Dilansir dari Business Insider di Jakarta, Jum'at (24/4/2020) kekayaannya mengalami peningkatan sebesar USD 4,3 miliar (Rp66,8 triliun) tahun ini, menurut South China Morning Post, karena harga saham perusahaan melonjak hampir 50%.

Baca Juga: Rumah Sakit di Inggris Terima Pemberian Ventilator Milik Mendiang Stephen Hawking

Kekayaannya sekarang bernilai USD 13,5 miliar, menurut data Bloomberg. Itu berarti, kekayaannya yang meningkat rata-rata sekitar USD 37,7 juta (Rp586 miliar) setiap 24 jam.

Dunia saat ini sangat membutuhkan ventilator, tulah sebab ventilator buatan Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics meningkat pesat, ketika petugas layanan kesehatan di seluruh dunia berjuang untuk merawat pasien COVID-19.

Ventilator merupakan alat medis yang membantu pasien bernafas sehingga sangat penting untuk merawat pasien COVID-19 yang paru-parunya diserang oleh penyakit pernapasan.

Tak seperti perusahaan yang berbondong-bondong menjual masker, pasar ventilator tergolong kecil karena bersifat teknis dan sangat terspesialisasi.

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada South China Morning Post: "Pesanan untuk produk kami meningkat tajam pada bulan Maret. Kami menerima pesanan dari 100-aneh negara untuk perangkat medis kami untuk memerangi epidemi."

Juru bicara itu mengatakan telah menerima pesanan sekitar 10.000 ventilator dari Italia, meskipun harga yang tepat untuk ventilator tidak diklarifikasi.

Tag: Singapura, Virus Corona, Covid-19, Li Xiting

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Twitter/LetsTalkSG