Sabtu, 06 Maret 2021 Portal Berita Entrepreneur

Di Tengah Konflik Amerika-Iran, Wanita Timur Tengah Masih Bisa Kerja Berkat . . . .

Foto Berita Di Tengah Konflik Amerika-Iran, Wanita Timur Tengah Masih Bisa Kerja Berkat . . . .
WE Entrepreneur, Bogor -

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Timur Tengah menambah daftar tantangan yang perlu dihadapi para penduduk wilayah itu. Masalah lainnya adalah kurangnya lapangan pekerjaan, khususnya untuk perempuan.

Nah, untungnya ada pengusaha Yordania, Nour Al Hassan. Karenanya, ribuan wanita di wilayah itu kini mampu menghasilkan pendapatan yang signifikan. Ceritanya, Al Hassan kesulitan menemukan layanan terjemahan bahasa Arab dengan kualitas tinggi pada 2017.

"Akhirnya, ia meluncurkan Ureed, pasar editorial daring yang menghubungkan bisnis di seluruh dunia dengan penulis dan editor bahasa Arab yang bekerja dari rumah," begitu bunyi laporan CNBC Internasional, dikutip Jumat (10/1/2020).

Baca Juga: Masyarakat Timur Tengah Gak Mau AS Masih Ada di Kawasan, Iran Tegas Mendukung!

Mayoritas pekerja lepas Ureed merupakan wanita yang hingga kini dilarang bekerja di luar rumah. Sampai saat ini, Ureed sudah menyediakan lapangan pekerjaan bagi sekitar 17 ribu pekerja lepas di wilayah Timur Tengah.

Al Hassan menyampaikan, "banyak perempuan di Timur Tengah yang begitu berbakat dan berpendidikan tinggi. Sayangnya mereka tak diberi kesempatan bekerja di perusahaan yang bernilai ataupun bekerja dari pukul 9 pagi sampai 5 sore."

Sekadar informasi, hampir semua wanita di Timur Tengah dan Afrika Utara menempuh pendidikan saat ini. Sayangnya, partisipasi wanita dalam angkatan kerja tetap yang terendah di dunia, menurut data Bank Dunia.

Hanya ada sekitar 20% wanita yang termasuk di angkatan kerja menurut data Organisasi Perburuhan Internasional. Di wilayah lain (di luar Timur Tengah), angkanya ada di angka 40%, 20% di antaranya diyakini bergelar sarjana.

Tag: Pengusaha, Inspirasi, Timur Tengah, Perempuan

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: PrezLab