Sabtu, 27 November 2021 Portal Berita Entrepreneur

Perlahan tapi Pasti, Warren Buffett Geser Porto Berkshire Hathaway ke Bisnis Ekonomi Baru

Foto Berita Perlahan tapi Pasti, Warren Buffett Geser Porto Berkshire Hathaway ke Bisnis Ekonomi Baru
WE Entrepreneur, Jakarta -

Sebelum genap berusia 91 tahun pada 30 Agustus lalu, Warren Bufett telah mengambil langkah untuk memastikan perusahaannya, Berkshire Hathaway berada di posisi bisnis yang baik untuk bergeser pada ekonomi baru yaitu teknologi.

Awalnya, bisnis operasi konglomerat ini berawal dari kereta api, baterai, asuransi, perabotan rumah dan ritel. Namun, Berkshire mengakui kesalahan dengan melewatkan pertumbuhan eksplosif Amazon selama bertahun-tahun. Karena itu, “Oracle of Omaha” menunjukkan keterbukaannya terhadap investasi untuk beradaptasi dengan dunia baru.

Baca Juga: Rugi Bandar! Investasi di Carrefour Jadi Investasi Paling Rugi Bagi Orang Terkaya Dunia

Dilansir dari CNBC International di Jakarta, Jumat (3/9/21) eksposur Berkshire terhadap saham teknologi telah berkembang menjadi 45% dari portofolionya berkat sahamnya yang besar di Apple. Investasi Apple-nya yang pertama kali dibeli pada tahun 2016, telah membengkak menjadi lebih dari USD120 miliar (Rp1.711 triliun) untuk menjadi kepemilikan ekuitas terbesarnya sejauh ini.

Sepuluh tahun yang lalu, kepemilikan ekuitas teratas Berkshire menunjukkan eksposur teknologi yang sangat sedikit selain IBM. Demi Berkshire yang terus bertumbuh, pertaruhan Berkshire telah mengarah ke enomi baru.

“Ada pergeseran yang cukup signifikan dalam portofolio investasi. Sekarang ini benar-benar diarahkan ke ekonomi baru," kata James Shanahan, analis Berkshire di Edward Jones. “Dia telah memberi Todd Combs dan Ted Weschler lebih banyak fleksibilitas dan kesempatan untuk mendapatkan sidik jari mereka di bisnis ini.”

Berkshire berinvestasi di fintech Brasil StoneCo dalam beberapa hari setelah IPO pada tahun 2018, dan sahamnya telah berkembang menjadi lebih dari USD700 juta melonjak dua kali lipat harga saham sejak debut pasar. Selama tahun itu, Berkshire membeli saham di perusahaan pembayaran digital terbesar di India, Paytm, yang telah mengajukan IPO.

Berkshire juga membeli saham Snowflake pada kuartal ketiga 2020 senilai USD250 juta. Pada Juni 2021, Berkshire melakukan investasi pra-IPO senilai USD500 juta di perusahaan induk Nubank, bank digital yang berbasis di Brasil.

"Portofolio ekuitas hari ini lebih dinamis daripada 10 atau 15 tahun yang lalu dengan Todds yang memimpin," kata Cathy Seifert, analis Berkshire di CFRA Research.

Sambil meningkatkan eksposur teknologinya menjadi sekitar 45%, Berkshire keluar dari beberapa taruhan keuangan besarnya, seperti JPMorgan Chase, Wells Fargo dan PNC Financial. Meski demikian, Buffett masih memiliki saham yang cukup besar di American Express dan Bank of America.

Tag: Warren Edward Buffett, Berkshire Hathaway Inc

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Investors