Minggu, 24 Oktober 2021 Portal Berita Entrepreneur

Tanggapi Kritik Luar Angkasa, Richard Branson: Kurang Pendidikan

Foto Berita Tanggapi Kritik Luar Angkasa, Richard Branson: Kurang Pendidikan
WE Entrepreneur, Jakarta -

Berbagai kritik menyerang Richard Branson yang telah sukses meluncur ke tepi lular angkasa dengan pesawat perusahaannya, Virgin Galactic. Branson memiliki visi jangka panjang yakni menjadikan luar angkasa sebagai objek wisata.

Namun, tak banyak yang menyukai ide brilian Branson. Beberapa kritikus melihat Branson melakukan pemborosan bahan bakar yang membahayakan lingkungan, padahal hanya lima menit di luar angkasa.

Kritikus juga berpendapat bahwa lebih baik uang yang dihabiskan triliuner itu dimanfaatkan untuk hal lebih berguna, seperti mengatasi perubahan iklim.

Baca Juga: Besok Meluncur ke Luar Angkasa, Penerbangan Jeff Bezos Ternyata Jauh Berbahaya dari Richard Branson

Dalam acara The Late Show, Branson menanggapi bahwa pengkritik sepenuhnya kurang pendidikan tentang pentingnya luar angkasa bagi Bumi.

"Angkasa menghubungkan miliaran orang yang tidak terkoneksi, di telepon, di hal lain," ujar Branson sebagaimana dikutip dari Independent di Jakarta, Senin (19/7/21).

"Setiap pesawat yang kami terbangkan, menaruh satelit di atas, mengawasi hal berbeda di seluruh dunia, degradasi hutan hujan, mengawasi distribusi makanan, bahkan perubahan iklim, itu penting bagi kita di Bumi. Kita butuh lebih banyak pesawat antariksa, tidak lebih sedikit," lanjut pria 71 tahun ini.

Lebih lanjut, Branson mengaku sepakat mengenai orang kaya harus mengatasi persoalan-persoalan berat tersebut. Tetapi, bagi Branson bisnis luar angkasa juga mendatangkan manfaat.

"Kita juga harus menciptakan industri baru yang dapat menciptakan 800 teknisi dan ilmuwan yang dapat membuat hal-hal hebat, yang dapat membuat luar angkasa lebih dapat diakses dengan ongkos lingkungan lebih sedikit dibandingkan dengan masa silam," tandas Branson.

Terkait pemborosan bahan bakar, Branson mengaku bahwa Virgin Galactic menghabiskan emisi karbon yang mirip dengan penerbangan pesawat bisnis jarak jauh.

Tag: Richard Branson, Virgin Group

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: REUTERS/Brendan McDermid