Senin, 14 Juni 2021 Portal Berita Entrepreneur

Kaget! Elon Musk Ungkap Punya Sindrom Asperger, Apa Itu?

Foto Berita Kaget! Elon Musk Ungkap Punya Sindrom Asperger, Apa Itu?
WE Entrepreneur, Jakarta -

Pengusaha teknologi Elon Musk mengungkap bahwa dirinya menderita sindrom Asperger saat tampil di serial sketsa komedi AS Saturday Night Live (SNL). Pria berusia 49 tahun itu mengatakan kepada pemirsa bahwa dia adalah orang pertama dengan Asperger yang menjadi pembawa acara program. Ini adalah kali pertama Musk mengungkap tentang kondisinya.

"Saya tidak selalu memiliki banyak intonasi atau variasi dalam cara saya berbicara ... yang menurut saya bisa menjadi komedi yang hebat," candanya dalam monolog pembukaannya. "Aku benar-benar membuat sejarah malam ini sebagai orang pertama dengan Asperger yang menjadi pembawa acara SNL." ujarnya sebagaimana dikutip dari BBC International di Jakarta, Senin (10/5/21).

Baca Juga: Elon Musk Umumkan Misi Baru SpaceX, Bayarnya Pakai Dogecoin!

Namun, beberapa orang di media sosial mempertanyakan klaimnya. Mereka menunjukkan bahwa komedian Dan Aykroyd, yang telah berbicara secara terbuka tentang pengalamannya dengan sindrom Tourette dan Asperger, sebelumnya menjadi pembawa acara SNL.

Mr Musk, yang memiliki lebih dari 53 juta pengikut di Twitter, juga bercanda tentang penggunaan media sosialnya. Dia telah menghadapi kritik dan bahkan ancaman hukum atas tweetnya di masa lalu.

"Begini, saya tahu saya terkadang mengatakan atau memposting hal-hal aneh, tapi begitulah cara kerja otak saya," katanya.

Untuk diketahui, orang dengan Asperger mengartikan lingkungan di sekitar mereka secara berbeda dengan orang lain.

"Kepada siapa pun yang tersinggung, saya hanya ingin mengatakan bahwa saya menemukan kembali mobil listrik, dan saya mengirim orang ke Mars dengan kapal roket. Apakah menurut Anda saya juga akan menjadi orang yang dingin dan normal?"

Miliarder itu juga bercanda tentang nama putranya yang tidak biasa, X Æ A-12 Musk, tahun lalu. "Ini diucapkan kucing berlari melintasi keyboard," kata Musk.

Sebelum dimasukkan ke dalam buku pedoman psikiater dunia Diagnostic and Statistical Manual 5 atau DSM-5 pada 2013, sindrom Asperger masih dianggap kondisi yang terpisah dari autisme atau gangguan kesehatan mental.

Namun, sindrom Asperger kini masuk dalam Autism Spectrum Disorder (ASD) atau spektrum autisme, di mana menjadikannya salah satu gangguan mental. Itu berarti, apapun perilaku yang mencerminkan sindrom ini akan disebut juga sebagai autisme.

Terkadang, Asperger juga disebut sebagai 'High Functioning Autism' karena perilaku mereka tidak separah itu alias masih dapat dipahami layaknya orang pada umumnya.

Tag: Elon Musk

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Instagram/elonrmuskk