Kamis, 24 Juni 2021 Portal Berita Entrepreneur

Kisah Sukses Charles Menaro, Sosok Hebat di Balik Moncernya Bisnis Pelayaran Tertua di Indonesia

Foto Berita Kisah Sukses Charles Menaro, Sosok Hebat di Balik Moncernya Bisnis Pelayaran Tertua di Indonesia
WE Entrepreneur, Jakarta -

Tokoh pelayaran asal Indonesia, Charles Menaro adalah Presiden Direktur dari PT Meratus Line. Bisnis pelayaran ini sudah lama digeluti sang ayah. Sehingga, jika dibilang tak pernah merasakan susah, mungkin benar. Namun, Charles mengungkap bahwa ayahnya sangat keras didikannya. Hal itu disampaikan Charles melalui video YouTube "BOS MERATUS, ENTREPRENEUR SUKSES GA PERLU SEKOLAH TINGGI | CHARLES MENARO (PART I)".

Bahkan, untuk makan manisan khas China, satu bagian harus dibagi tiga orang. Ayahnya sangta mendidik keras untuk hidup berhemat, meski hidup berlimpah. Sehingga, Charles tak pernah merasakan hidup berlebihan.

Baca Juga: Ridho dan Doa Ibu Bikin Pengusaha Ini Diguyur Modal Asing Rp2,5 T, Kok Bisa?

Ayahnya, Hen Menaro, adalah seorang pekerja keras yang sebelum berbisnis adalah seorang wartawan. Karena banyaknya relasi saat sekolah kedokteran di Nias, akhirnya Hen Menaro diajak berbisnis di pelayaran. Dan hari ini, Meratus menjadi perusahaan pelayaran tertua di Indonesia dari tahun 1957.

Charles sendiri merupakan lulusan sekolah di Jerman, meski demikian ia belajar banyak dari sang ayah tentang kerja keras dan hidup yang sederhana. Saat melanjutkan sekolah ke Jerman, Charles bercerita bahwa semuanya ia urus sendiri. Untunglah biaya kuliah di Jerman gratis, bahkan hingga hari ini, biaya kuliah di Jerman ada yang gratis, dan sekalipun bayar sangat amat murah cukup Rp10-Rp11 jutaan untuk hidup sehari-hari dalam satu semester.

Terlebih, mahasiswa di sana juga diperbolehkan sambil bekerja. Sementara saat itu, Charles berkuliah jurusan teknik dan S2 jurusan ekonomi.

Namun, yang mengejutkan, Charles mengatakan bahwa jika ingin menjadi pengusaha, tak perlu sekolah tinggi-tinggi asalkan pintar, berani mengambil keputusan serta gigih pekerja keras. Charles di Jerman selama sepuluh tahun dan ia hampir tidak ingin pulang. Namun, karena sang ibu meminta Charles untuk pulang, ia pun pulang. 

Selain ibu, ayah Charles juga memintanya pulang dari Jerman untuk melanjutkan bisnis Meratus ini.

Namun demikian, Charles mengungkap bahwa hidupnya sebagian besar dipengaruhi oleh sang ibu. Sewaktu kecil, Charles pernah mencuri uang, tetapi justru diberikan kepercayaan untuk menjaga kunci brankas berisi uang di toko sepatu ibunya. Jika saat itu, Charles dihukum, mungkin ia tak menjadi dirinya yang sekarang. Tetapi karena diberikan kepercayaan, ia sangat bangga akan dirinya dan menjaga brankas itu habis-habisan. Dirinya pun berubah.

Perjalanan karir Charles menerukan bisnis sang ayah dimulai saat ia kembali dari Jeman. Namun, ia tak langsung diberikan posisi yang 'enak', justru Charles memulai semuanya dari bawah. Setelah tiga tahun bekerja, Charles mulai diberikan tanggung jawab yang lebih besar yakni sebagai Presiden Direktur.

Meski demikian, awalnya juga karena 'kecelakaan'. Hal ini karena sang ayah yang merupakan wartawan, menyinggung pejabat negara. Alhasil, Charles turun tangan membereskan itu semua.

Saat itu, Meratus masih perusahaan pelayaran kecil, hanya memiliki 5 kapal saja. Sebagai Presiden Direktur saat itu, Charles mulai memperbaiki sistem dan manajemen perusahaan. Seperti, mengasuransikan kapal, berani mengambil utang untuk memodernisasi kapal, dan lain sebagainya. Lalu, Charles juga menjadikan perusahaan lebih profesional dengan membuat tembok pembatas antara urusan perusahaan dan keluarga.

Charles bercerita pengalamannya yang tak terlupakan saat Meratus baru berekspansi setelah tahun 1998. Saat itu, Meratus hendak membuka perusahaan di Australia dan Singapura. Charles mengaku bahwa ekspansinya gagal sehingga menimbulkan kerugian. Pelajaran yang Charles ambil adalah agar bisa mempersiapkan lebih baik.

Meski demikian, kini meratus sudah bekerja sama dengan perusahaan luar. Charles mengungkap bahwa itu diperlukan untuk membuka relasi dan ekosistem. Namun, bisnis Meratus kini hanya fokus di Indonesia, tetapi tidak menutup kemungkinan jika suatu hari nanti membuka di luar negeri.

Dalam era digitalisasi, Charles mengaku memang dibutuhkan anak-anak muda, ia pun sudah mengundurkan diri untuk berani regenerasi.

Menempatkan perusahaan sebagai profesional sementara dahulu dibuat sebagai bisnis keluarga memiliki tantangan tersendiri bagi Charles. Karena itu, di Meratus, masih melakukan regenerasi dari keluarga.

Lebih lanjut, terkait dengan adanya Omnibus Law, dampak yang dirasakan Charles terhadap bisnis pelayaran adalah harus memiliki pelabuhan besar, kapal yang besar, kerja 365 hari/24 jam, dan bongkar muatannya harus secepat mungkin. Hal ini akan sangat membantu dalam persaingan pengiriman logistik dengan perusahaan pelayaran lain. Namun, kehadiran Meratus sangat membantu perjalanan antar pulau di Indonesia.

Tag: Charles Menaro, PT Meratus Line

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: YouTube/Hermanto Tanoko