Minggu, 09 Mei 2021 Portal Berita Entrepreneur

Kecolongan Dicuri Karyawan Rp2 M, Pendiri Top Brand Lokal Ini Selalu Percaya Rencana Tuhan

Foto Berita Kecolongan Dicuri Karyawan Rp2 M, Pendiri Top Brand Lokal Ini Selalu Percaya Rencana Tuhan
WE Entrepreneur, Jakarta -

Pengusaha Christina Lie dalam kanal YouTube-nya menggandeng wanita pengusaha muda, Dian Fiona. Dian adalah founder dari JINISO (Jeans Indonesia), local brand jeans wanita. Jiniso telah dua tahun berdiri menjajaki bisnis online hingga terkenal.

Wanita 28 tahun ini adalah sosok yang membawa brand Jiniso ini terkenal. Dalam proses bisnisnya, Jiniso sempat kecurian stock barang yang bernilai hingga miliaran rupiah. Dian pun menekankan pentingnya untuk waspada, menghitung stock secara berkala dan penempatan setiap departemen di warehouse harus diperhatikan.

Baca Juga: Perkuat Bisnis Pembiayaan, Atome Akuisisi Mega Finance

Melalui video bertajuk 'DICURI KARYAWAN SENDIRI 2 MILYAR, BANGKIT JADI TOP LOCAL BRAND. JINISO EMANG KEREN! - DIAN FIONA' Dian mengaku berkat dukungan konsumen Jiniso yang positif, Jiniso yakin untuk melanjutkan bisnis celana jeans ini.

Karena pantang menyerah, Jiniso selalu tembus ribuan penjualan setiap harinya. Jeans mereka pun selalu terjual habis di marketplace karena harganya yang terjangkau.

Dengan konsep anak muda yang aktif, Jiniso pun lahir dengan brand yang menjadi favorit banyak orang, khususnya anak muda. Saat awal berdiri, Jiniso awalnya tidak memiliki konsep warna dan desain.

Dian Fiona hanya memulai dengan nekat awal "jualan dulu" di marketplace hingga akhirnya mulailah beriklan dan endorse sehingga penjualan semakin banyak. Dari penjualan itu, diputarlah untuk merekrut karyawan dan membuat konsep lebih baik lagi. Saat ini, Dian mengungkap bahwa fokus Jiniso tengah berada pada branding 'active jeans'.

Dian sendiri telah memulai jualan online pada saat ia berusia 20 tahun karena ayahnya memang sudah memproduksi jeans untuk di Tanah Abang. Ayah Dian pun memberikan dua lusin jeans untuk Dian jual dengan membuat katalog sendiri di Instagram.

Lalu, Dian pun bertemu pacarnya yang kini menjadi suaminya hingga mereka pun menjalani bisnis bersama. Awalnya, Dian membuka toko di Tanah Abang untuk menjual jeans kepada reseller. Toko itu bertahan hingga 3 tahun lamanya pada tahun 2017.

Setelah itu, Jiniso pun lahir dan Dian mulai membuat brandnya sendiri dengan memangsa pasar anak muda dan melirik komunitas pencinta K-Pop hingga menjadi identitas Jiniso.

Di tahun-tahun pertama Jiniso berdiri, Dian mengaku tak semudah yang terlihat. Ia bahkan pernah kecurian Rp2 miliar oleh tiga karyawannya sendiri. Padahal, saat itu Dian baru 2 minggu pasca persalinan tetapi ia langsung mengurus proses kecurian ini.

Dari sini, Dian merasakan pentingnya stock opname karena ia sejak dulu hanya fokus pada penjualan. Biasanya, stock yang Dian miliki dalam gudang dapat senilai Rp5 miliar. Setelah itu, Dian rutin memanggil auditor dari luar untuk stock opname secara langsung.

"Ini bisnis sama suami, kita yakini bahwa tiga orang ini dikirim Tuhan untuk mensukseskan kami," ujar Dian.

Karena itulah Dian dengan cepat bangkit dari keterpurukan itu serta berjanji untuk meningkatkan penjualan agar utang dengan supplier cepat terlunasi. Dan benar saja, dalam kurun waktu satu tahun, utang-utang tersebut pun lunas.

Lebih lanjut, Dian juga mengungkat jumlah karyawan yang ia miliki. Per April 2021, Dian memiliki 50 karyawan di kantornya. Kerennya lagi, karyawan Dian 100% anak muda yang bahkan rata-rata lulusan SMA. Karena itu, kontribusi anak muda  di dalam brand Jiniso ini sangat kuat. Bagian kreatif pun diisi oleh anak muda yang mereka sama-sama mau terus belajar.

Di bagian keuangan bahkan ada anak muda 20 tahun lulusan SMA yang cepat belajar hingga mengurusi perpajakan perusahaan.

Dian juga melakukan tes kepribadian 16 Personalities kepada karyawannya. Karena itu, bagi Dian adalah bagaimana menyatukan perbedaan dari setiap karakter menjadi satu.

Setiap bulannya, Dian menggunakan 10 persen dari profit bulanan perusahaan untuk marketing. Dan endorsement menjadi teknik marketing yang paling menguntungkan bagi Jiniso.

Setiap minggunya, Dian juga selalu melakukan review jika ada pelanggan yang memberikan bintang satu atau dua di marketplace. Untuk endorse, Dian memakai mikro ataupun makro endorsement. Menurutnya, jangan pernah berpikir lama untuk endorsement karena semua itu akan kembali untuk perusahaan.

Untuk produksi pun, Dian menggunakan vendor dari sang ayah yang memiliki tujuh rumah produksi karena diperlukan sekitar 6.000 pcs per hari untuk sampai ke Jiniso.

Kelebihan Jiniso yang membuat Dian yakin dengan produknya adalah karena Jiniso memproduksi celana jeans hingga ukuran 42. Ayahnya pun sudah berpengalaman dalam membuat celana jeans hingga saat dipakai pun rasanya sangat nyaman.

Selain itu, di saat event-event besar seperti Harbolnas dan Ramadhan, Dian selalu gencar promosi dan melakukan banyak penawaran. Di dalam event Ramadhan kedepannya, Dian juga akan membuat Jiniso melakukan kampanye 'Lo Keren Apa Adanya' agar orang-orang tidak memusingkan pendapat pandangan orang lain.

Dian mengaku sangat terinspirasi dari sang ayah karena ayahnya selalu mengajarkan jangan takut gagal, jangan takut untuk memulai. Ayahnya juga mengajarkan untuk selalu memberi karena sang ayah selalu bertanya padanya, "Mau sekaya apa sih?"

Bahkan, ayahnya menjadi donatur sebuah SMK di Kalimantan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sana. Sekolah itu juga mencari partner perusahaan untuk anak-anak itu magang hingga bekerja setelah lulus. Dan Jiniso sangat terbuka untuk menerima mereka.

"Itu sih yang aku pelajari dari papaku, hidtu itu harus jadi berkat," tutup Dian.

Tag: Dian Fiona, Pengusaha

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Instagram/Dian Fiona