Kamis, 22 April 2021 Portal Berita Entrepreneur

Cantik dan Kaya Raya, Wanita Pengusaha Ini Dulunya Hanya Sales dan Pelayan Restoran!

Foto Berita Cantik dan Kaya Raya, Wanita Pengusaha Ini Dulunya Hanya Sales dan Pelayan Restoran!
WE Entrepreneur, Jakarta -

Berkat bisnis aksesoris, wanita yang dulunya hanya seorang pelayan restoran ini menjadi salah satu pengusaha sukses di India. Ialah Chinu Kala, pendiri Rubans Accessories yang didirikan pada 2014. Sebelum menjadi pengusaha sukses, Chinu Kala pernah hidup susah.

Dilansir dari Yourstory di Jakarta, Selasa (23/2/21) pada usia 15 tahun, Chinu Kala pernah kabur dari rumahnya di Mumbai karena masalah keluarga, ia bahkan hanya bisa makan satu kali sehari.

Menatap masa depan yang tak pasti, berbagai pekerjaan pun dilakukan oleh Chinu Kala. Ia pernah menjadi sales peralatan rumah tangga door to door hingga menjadi pelayan di sebuah restoran selama tiga tahun.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Dustin Moskovitz, Co-Founder Facebook Bareng Mark Zuckerberg

Setelah itu, ia pun berpartisipasi dalam Gladrags Mrs India Pageant pada 2008 dan berhasil sampai final. Lalu, ia memasuki industri pemodelan dan di situ lah bisnis aksesorisnya dimulai.

Rubans Accessories nya dimulai dengan modal bootstrap sebesar 3 lakh rupee atau setara Rp58,5 juta (kurs Rp195/rupee) di kios seluas 70 kaki persegi di Phoenix Mall, Bengaluru. Dalam waktu 5 tahun atau tepatnya pada 2019, omzet penjualan mereka pun mencapai sebesar 7,5 crore rupee atau Rp14,6 miliar.

Setelah melihat peluan yang besar dari bisnis di kios kecil, Chinu Kala pun memutuskan untuk menyewa tempat di mal guna memperluas bisnis yang terletak di Koramangala, Bengaluru.

Setelah negosiasi panjang, ia pun akhirnya membuka toko di mall dan pelanggan sangat menyukai koleksinya. Bisnisnya pun semakin berkembang hingga Rubans Accessories mempekerjakan sekitar 15-20 pengrajin lokal mulai dari gelang, anting, kalung, matha patti, maang tikka, cincin, dan masih banyak lagi.

Namun, waktu berlalu dan pengunjung tokonya pun menurun hampir 60 persen karena semua pelanggannya beralih online. Lalu, ia pun menutup semua toko offlinenya dan menjual online di berbagai platform e-commerce.

Kini, bisnisnya menerima 1.000 pesanan online setiap hari bahkan sudah mengirim hingga ke Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Tag: Pengusaha, Bisnis

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Instagram/chinu_kala