Minggu, 11 April 2021 Portal Berita Entrepreneur

Dear Miliarder Jack Ma, Ant Group Harus Turunkan Ambisi Jika Ingin Tetap Eksis

Foto Berita Dear Miliarder Jack Ma, Ant Group Harus Turunkan Ambisi Jika Ingin Tetap Eksis
WE Entrepreneur, Jakarta -

Raksasa fintech China Ant Group milik Jack Ma sebagaimana diketahui telah kehilangan USD34,4 miliar (Rp483 triliun) karena gagalnya IPO raksasa fintech tersebut. Wall Street Journal melaporkan bahwa mungkin, Ant Group beserta Jack Ma perlu menurunkan ambisinya dalam menghadapi tekanan regulasi yang masih berkembang.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa dampak ini akan menyebar jauh melampaui perusahaan dan berpotensi merusak insentif serta inovasi dan kewirausahaan di China dalam jangka panjang.

Menurut berbagai pihak yang mengetahui masalah ini, Ant Group akan tunduk pada persyaratan modal yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang mungkin jauh lebih lambat.

Baca Juga: Bank Sentral China Kasih Lampu Hijau ke Ant Group Milik Jack Ma

Lebih lanjut, dikutip dari Wall Street Journal di Jakarta, Jumat (29/1/21) yang terjadi terhadap Ant Group adalah simbol dari dua tren. Yang pertama adalah keinginan Beijing untuk lebih memahami industri layanan keuangan online China yang sedang berkembang pesat.

Sebagaimana diketahui, Ant memiliki dampak revolusioner pada pembiayaan konsumen China. Mereka telah menciptakan dana pasar uang terbesar di dunia dan membantu memperluas akses ke pinjaman rakyat kecil.

Namun, kehebatan itu bukan tanpa kekurangan, termasuk masalah stabilitas keuangan yang serius. Model capital-light dari Ant Group yang berasal dari pinjaman untuk bank dengan biaya tanpa banyak risiko justru menciptakan potensi penyalahgunaan.

dan tren kedua adalah budaya politik yang tidak dapat membuka pusat pengaruh alternatif. Setelah Jack Ma mengkritik regulator keuangan China, Presiden Xi Jinping pun murka hingga Alibaba, perusahaan Jack Ma yang terafiliasi dengan Ant Group, ikut tersandung masalah antitrust.

Tag: Jack Ma, Ant Group

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Reuters