Kamis, 04 Maret 2021 Portal Berita Entrepreneur

Jeffry Jouw Ungkap Pentingnya Punya Rich Mentality untuk Antar Kesuksesan, Apa Itu?

Foto Berita Jeffry Jouw Ungkap Pentingnya Punya Rich Mentality untuk Antar Kesuksesan, Apa Itu?
WE Entrepreneur, Jakarta -

Pebisnis muda, Jeffry Jouw dalam podcast bersama Volix Media mengungkap pentingnya memiliki rich mentality atau mental yang kaya sebelum memiliki banyak harta. Meski ia lahir dari keluarga kaya raya, tetapi ayahnya bersikap sangat keras kepada Jeffry.

Ia bahkan diantar sekolah dengan Mobil Kijang di saat keluarganya memiliki Mercy dan sebagainya. Kata-kata yang diingat Jeffry pun sangat membekas, ayahnya mengatakan bahwa Jeffry belum berhak merasakan kemewahan. Ayahnya pun meminta dia untuk menunjukkan apa yang membuat dia pantas untuk merasakan kemewahan.

Baca Juga: Anti Mainstream, Pengusaha Muda Ini Garap Bisnisnya di Tengah Pandemi

Di sekolah pun, Jeffry tidak diberikan uang jajan. Orang tuanya sudah bekerja dengan pihak kantin, jajanan apa saja yang boleh diberikan kepada Jeffry.

Meski sempat marah dan menjadi anak yang 'nakal' karena hobi berantem di sekolah, Jeffry akhirnya sadar bahwa hal ini berkat didikan orang tuanya. Didikan inilah yang ia pahami sebagai rich mentality atau mental orang kaya.

Meski demikian, sejatinya ada 3 hal yang bisa membawa orang pada kesuksesan dan kaya raya, yaitu uang, network dan influece (pengaruh). Namun, jika kamu tidak memiliki uang, masih ada cara lain untuk membawa kamu pada kesuksesan yaitu meningkatkan branding atau influence kamu di mata publik serta membangun network yang bisa membawa lingkungan positif dan berakhir pada kesuksesan.

Jeffry Jouw memulai karirnya saat ia kembali ke Indonesia dari Amerika. Selama di Amerika, ia mengaku mendapat banyak pelajaran hidup termasuk pengalaman-pengalaman tentang sneakers yang membawanya pada kesuksesan.

Saat ia memulai bisnis sneakers, hits nya masih belum setenar sekarang karena masih zaman Air Max dan sebagainya. Jeffry pun mudah untuk mendapatkan sneakers.

Hingga suatu hari, Jeffry pergi ke New York dan melihat orang-orang antre sneakers sangat panjang. Dari situ Jeffry belajar banyak mengenai sneakers dan mulai membeli Air Jordan 1.

Setelah itu, ia pun kembali ke Indonesia saat Instagram baru merambah di Indonesia. Jeffry juga kerap memakai sneakers dalam kesehariannya tetapi justru banyak orang mencemooh dirinya.

Hingga pada 2017, Jeffry membuat event Urban Sneakers Society (USS) dan langsung meledak. Salah satu kuncinya adalah di saat hoki dan kesempatan bertemu. Hoki itu akan datang ketika kesempatan di depan mata dan diri Anda pun siap menerima kesempatan tersebut. Banyak orang ketika kesempatan datang tetapi dirinya tak siap.

Bahkan saat ia kembali ke Indonesia, ia mengakui sneakers di Indonesia sangat sulit untuk didapat. Hingga akhirnya, Jeffry pun memutar otak dan mencari komunitas sneakers, network dan orang-orang yang memang paham tentang sneakers di Indonesia.

Ia juga mulai merambah ke Instagram dan kerap memfoto koleksi sepatunya. Hingga akhirnya, Jeffry diwawancarai oleh HypeBeast berkat salah satu sepatunya di Regram dan banyak orang berkomentar di postingan itu.

Dari situlah USS terbentuk, berawal dari kolom komentar, Jeffry bertemu banyak orang yang turut membawanya kesuksesan kepada dirinya dan bisnisnya.

Mulai dari komenan tersebut Jeffry mengajak orang-orang yang satu visi dengannya untuk hunting photo dan sebagainya dengan tujuan di Regram oleh HypeBeast pada tahun 2016.

Pada tahun 2017, bersama rekannya Said Muhammad, Jeffry diajak untuk membuat event sendiri karena sata itu, mereka terlalu lelah untuk menjadi tenant bazaar. Tetapi, mereka didahului oleh event Jakarta Sneaker Day (JSD) sukses besar. Meski sempat merasa tertinggal, hal itu justru memicu Jeffry untuk bisa membuat event yang lebih sukses lagi.

Hanya dalam waktu 3 minggu, Jeffry dan rekannya sukses membuat event sneaker di Grand Indonesia. Acara tersebut ramai sejak siang, padahal biasanya, event-event semacam itu hanya ramai di malam hari.

Dalam 3 hari, 15.000 orang hadir dengan harta tiket Rp50 ribu dan disponsori sebuah bank. Setelah itu, Jeffry dan rekannya berdiskusi, apakah partnership mereka berakhir setelah event ini?

Jeffry pun mengatakan bahwa sangat disayangkan jika berhenti di puncak ini. Jeffry pun melanjutkan konten Instagram USS, hingga USS yang berawal dari event berubah menjadi media, USSFeed.

Kembali ke rich mentality, bahwa orang-orang dengan mental ini memiliki mental kompetisi juga. Mereka biasa bersaing dan tak mudah menyerah. Justru dengan adanya kompetisi ini membuat industri kreatif semakin maju.

Selain itu, orang-orang dengan rich mentality juga selalu putar otak untuk memproduksi sesuatu. Mereka akan merasa sia-sia hari yang mereka lewati hanya dengan rebahan.

Jeffry pun mensyukuri, berkat itu semua, ia menjadi sukses hingga sekarang memiliki banyak bisnis. Mulai dari event dan hanya sneakers, merambah menjadi entreprenership dan berbisnis media hingga sepatu.

Sebetulnya, usai menempuh pendidikan di Amerika, setelah begitu banyak rintangan yang Jeffry lalui dan kembali ke Indonesia, Jeffry sempat bekerja di pabrik plastik ayahnya dengan gaji yang lumayan dan diberikan Mobil Mercy.

Hal ini karena ayahnya menganggap Jeffry sudah pantas merasakan kemewahan. Namun, Jeffry merasa bosan dan tak tertantang dengan pekerjaan itu. Ia mengibaratkan piring yang sudah disediakan makanannya, jadi Jeffry 'hanya' tinggal memakan itu semua.

Karena itulah Jeffry akhrinya memutuskan untuk berhenti karena merasa tidak ada passion-nya di sana. Setelah itu, Jeffry mulai bikin bazar makanan. Lalu, ketika bazar mulai ancur di tahun 2015, ia membuat restoran bersama teman-teman yang ia kenal dari bazar. Restoran yang ia buat di Menteng itu pun berhasil hingga membuat Said meliriknya untuk membuat event USS.

Jeffry juga menyebut bahaya berada di zona nyaman. Hidup akan berubah dan naik tingkat ketika berhasil keluar dari zona nyaman dan men'challenge' diri sendiri.

Lebih lanjut, jika memang ingin membangun perusahaan, jangan hanya memikirkan untung hari ini, tetapi pikirkan juga agar perusahaan mampu stabil dan bertahan lama hingga akhirnya bisa regenerasi.

Lalu, ada yang lebih penting daripada uang, yaitu networking, membangun jaringan dan teman-teman baru. Semakin banyak network, maka akan membentuk kesempatan baru di masa depan. 

Selain USS, Jeffry juga memiliki usaha Kick Avenue yang menjadi 'kendaraan' bagi sepatu sneakers original. Sebelum Jeffry bergabung ke dalam tim Kick Avenue, penjualannya hanya Rp40 juta, tetapi ketika Jeffry bergabung, penjualan pun langsung naik hingga Rp10 miliar! Yang biasanya penjualan sepatu per bulan hanya 20 pasang sepatu, kini per hari bisa menjual 120-300 sepatu.

Sebagai penutup, Jeffry mengingatkan bagaimana segala sesuatu terjadi ada alasannya. Jadi, jangan langsung menyalahkan keadaan di masa lalu, karena itu membentukmu di hari ini. Jangan pernah merasa kaya atau sukses karena itulah ujiannya. Harus selalu berjuang untuk kesuksesan dan jangan pernah berhenti belajar.

Tag: Jeffry Jouw, Pengusaha

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Instagram/Jejouw