Selasa, 02 Maret 2021 Portal Berita Entrepreneur

Masa Depan Bisnis Donald Trump Makin Suram, Bank yang Menaunginya Lepas Tangan

Foto Berita Masa Depan Bisnis Donald Trump Makin Suram, Bank yang Menaunginya Lepas Tangan
WE Entrepreneur, Jakarta -

Lebih dari dua dekade lalu, Donald Trump sebagai pengembang New York, berlindung di Deutsche Bank setelah sindikat pemberi pinjaman, termasuk perusahaan pendahulu JPMorgan Chase dan Citigroup, memutuskan hubungan dengannya.

Sekarang, dilansir dari CNBC International di Jakarta, Rabu (13/1/21) setelah pengikut Presiden Trump mengepung Capitol AS dalam kerusuhan yang menyebabkan setidaknya lima kematian minggu lalu, Deutsche Bank bahkan tidak ingin berurusan dengan Trump.

Baca Juga: Kapok! Donald Trump Ditinggali Rekan Bisnisnya Gegara Jadi Dalang Kerusuhan di Capitol AS

Langkah-langkah lembaga-lembaga Wall Street untuk menjauhkan diri dari Trump membuat transisinya ke kehidupan pasca-kepresidenan jauh lebih sulit. Deutsche Bank telah menjadi pemberi pinjaman bisnis utama Trump sejak 1990-an dan berhutang sekitar USD340 juta dalam tiga pinjaman.

Ketika pinjaman tersebut jatuh tempo pada tahun 2023 dan 2024, Trump harus melunasinya secara penuh atau mencari lembaga lain untuk meminjamkan uang kepadanya. Dia tidak dapat mendanai kembali dengan Deutsche, yang telah mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan dengan Trump bahkan sebelum peristiwa mengerikan pada 6 Januari, kata seorang sumber.

"Merek Trump sudah sangat ternoda; dia beracun dari sudut pandang hubungan masyarakat," kata Mark Williams, dosen keuangan Universitas Boston dan mantan penguji Federal Reserve.

"Darah hidupnya adalah kemampuannya untuk meminjam uang untuk transaksi dengan leverage. Segera setelah itu mengering, itu akan membuat dia lebih stres secara finansial." tambahnya.

Ketika hubungannya dengan Deutsche dimulai, Trump hanyalah seorang pengembang real estat terkenal. Bank tidak mengantisipasi Trump bakal mengarah ke politik, dan ketika Trump meminta Deutsche pinjaman puluhan juta dolar selama pemilihan pendahuluan Republik 2016, bank tersebut menolak.

Komite risiko bank sendiri telah mempertimbangkan untuk melepaskan diri dari Trump, menurut laporan Reuters. Bank tersebut mempertimbangkan untuk melepas pinjamannya ke pihak lain, tetapin akan membutuhkan persetujuan dari Trump sendiri. Peristiwa di Capitol menjadi pukulan terakhir bagi Deutsce.

Jika Trump gagal membayar pinjamannya, Deutsche dapat menyita lapangan golf dan hotel yang dijamin dengan hipotek, dan jika nilainya tidak cukup untuk membayar hutang, bank dapat mengejar Trump secara pribadi.

Lembaga lain juga mundur dari Trump setelah pengepungan Capitol seperti Signature Bank, New York, yang telah meminta Trump untuk mengundurkan diri dan akan menutup dua akun pribadi Trump menyimpan sekitar USD5,3 juta.

Mudah bagi Trump untuk menyimpan uangnya tetapi akan sulit menemukan bank yang mau meminjamkan uang tunai dalam jumlah besar. Hampir 30 tahun yang lalu, kebangkrutan di beberapa properti Trump membuat bank merugi, dan Deutsche adalah satu-satunya institusi besar yang bersedia bekerja dengannya.

Tag: Donald Trump, Amerika Serikat (AS)

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Antara/REUTERS/Tom Brenner