Sabtu, 06 Maret 2021 Portal Berita Entrepreneur

Kecam Kerusuhan di Capitol, Mark Zuckerberg: Ini Momen Gelap dalam Sejarah Amerika

Foto Berita Kecam Kerusuhan di Capitol, Mark Zuckerberg: Ini Momen Gelap dalam Sejarah Amerika
WE Entrepreneur, Jakarta -

Bos Facebook Mark Zuckerberg ikut prihatin atas apa yang terjadi di Gedung Capitol, Washington DC, AS. Salah satu bos teknologi ini mengecam kekerasan yang dilakukan para suporter Donald Trump yang sampai mengakibatkan korban tewas. Bahkan, ia menyebut kejadian ini sebagai momen gelap dalam sejarah Amerika.

"Ini adalah momen gelap di sejarah negara kita dan saya tahu banyak dari kalian merasa ketakutan dan cemas tentang apa yang terjadi di Washington DC," tulis Zuck dalam memo karyawan Facebook.

"Saya secara pribadi sedih dengan adanya kerusuhan massa ini, yang memang demikian adanya. Transisi kekuasaan yang damai adalah fungsi penting dari demokrasi dan kita perlu pemimpin politik kita memimpin dengan teladan dan mengutamakan negara lebih dulu," lanjutnya sebagaimana dikutip dari Business Insider di Jakarta, Jumat (8/1/21).

Baca Juga: Donasi Rp1 Triliun, Nama Mark Zuckerberg Diusul Jadi Nama Rumah Sakit, tapi...

Mark Zuckerberg bahkan melihat situasi ini sebagai kategori darurat. Facebook sendiri harus melakukan langkah demi keselamatan banyak orang, termasuk pegawai Facebook yang berada di Washington agar tetap aman.

"Kami dikejutkan dengan kekerasan di Capitol hari ini. Kami memperlakukan kejadian ini sebagai keadaan darurat," kata VP of Integrity Facebook, Guy Rosen dan VP of Global Policy Management Facebook, Monika Bickert.

Facebook sendiri menganggap kejadian itu sebagai keadaan darurat dan menggolongkan kelompok yang menyerang gedung Capitol sebagai 'individu dan organisasi berbahaya'.

Selain itu, secara tegas Mark Zuckerberg mengunci akun Donald Trump di Facebook selama 24 jam karena hanya memperparah kerusuhan dengan postingannya yang bernada provokatif.

Tag: Mark Zuckerberg, Facebook, Donald Trump

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Reuters/Jonathan Ernst