Sabtu, 06 Maret 2021 Portal Berita Entrepreneur

Bill Gates: 2020 Adalah Tahun yang Menghancurkan, tapi Ada Harapan...

Foto Berita Bill Gates: 2020 Adalah Tahun yang Menghancurkan, tapi Ada Harapan...
WE Entrepreneur, Jakarta -

Miliarder Bill Gates membuka awal postingan akhir tahunnya melalui GatesNotes dengan menyebut tahun 2020 adalah tahun yang menghancurkan. Melalui postingan yang dilansir dari Forbes di Jakarta, Senin (28/12/2020) pandemi virus corona telah menewaskan 1,6 juta orang di seluruh dunia dan menginfeksi 73 juta orang.

Pandemi ini juga telah menyebabkan triliunan kerugian ekonomi. Meski demikian, kata Gates, "ada kabar baik yang datang di tahun 2021."

Hal ini lantaran mengutip kemajuan ilmiah menakjubkan yang dibuat dalam mengembangkan dan mendistribusikan vaksin yang efektif melawan Covid-19.

Baca Juga: Bill Gates Ungkap Pentingnya Peran Wanita dalam Pendidikan Keuangan bagi Masyarakat

"Manusia tidak pernah membuat kemajuan yang lebih besar pada penyakit apa pun dalam setahun daripada yang dilakukan dunia pada [virus korona] tahun ini," tulis Gates.

Meskipun vaksin membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk dikembangkan, para ilmuwan menciptakan beberapa vaksin Covid-19 tahun ini. Hanya satu dari beberapa perkembangan ilmiah yang membuat orang-orang berharap pada tahun 2021 ini.

Pada musim semi, Gates menulis bahwa vaksin Moderna dan Pfizer / BioNTech harus bisa menurunkan angka kematian serta penurunan kasus di negara-negara kaya. Itu berarti, menurut Gates, hidup akan jauh lebih dekat ke normal daripada sekarang.

Gates menambahkan, keberhasilan vaksin Moderna dan Pfizer / BioNTech menjadi pertanda baik bagi kandidat lain yang masih dalam pengembangan, karena semuanya menyerang bagian yang sama dari virus corona. Bentuk paku yang mencuat dari virus corona terbuat dari protein yang diserang oleh dua vaksin yang berhasil.

"Sekarang para peneliti tahu bahwa protein tertentu dapat bekerja, mereka punya alasan untuk optimis tentang vaksin lain yang melakukan hal yang sama," tulisnya. Kedua vaksin yang berhasil sama-sama menggunakan teknologi mRNA.

Agar produksi vaksin Covid-19 meningkat tanpa mengorbankan suntikan rutin lainnya, Gates menulis bahwa yayasannya menghubungkan perusahaan vaksin di negara-negara kaya dengan produsen bervolume tinggi di negara-negara berkembang.

Baca Juga: Bill Gates Peringatkan Lockdown Hingga 2022: Ratusan Ribu Kematian di Depan Mata

Produsen membuat vaksin yang aman dan terjangkau dalam jumlah besar, sementara perusahaan vaksin memasok kandidat yang layak dengan kesepakatan.

Gates juga mengambil kesempatan untuk menyebut teori konspirasi palsu seputar vaksin Covid-19, termasuk beberapa yang melibatkan Bill Gates dan istrinya, Melinda. Gates menambahkan bahwa mereka akan terus secara terbuka membahas pendanaan vaksin.

"Kami bersemangat menyelamatkan nyawa dan memastikan semua anak memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi dewasa… [kami] merasa memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan kekayaan kami kepada masyarakat, dan kami percaya bahwa tidak ada jalan keluar dari pemberian yang mengembalikan nilai lebih kepada dunia." ujar Gates.

Harapan lain untuk tahun 2021 bagi Gates adalah bahwa tes Covid-19 yang tidak nyaman yaitu swab PCS bisa segera menjadi bagian dari masa lalu. FDAtelah  menyetujui tes pertama di rumah minggu lalu yang menggunakan usap hidung, tetapi tidak sampai ke ujung hidung.

Gates melihat cara pengujian ini lebih baik dan lebih efisien, karena tidak perlu menunggu lab untuk memproses sampel. Gates menambahkan bahwa sebuah studi yang didanai oleh yayasannya mengungkapkan bahwa membiarkan orang mengusap ujung hidung mereka sendiri menghasilkan hasil tes yang sama akuratnya dengan tes swab PCR.

Beberapa perusahaan juga sedang bekerja untuk mengembangkan tes non-invasif cepat lainnya yang memberikan hasil hanya dalam 15 menit. Tidak hanya pengalaman yang lebih nyaman bagi pasien, hasil yang cepat juga akan membantu peneliti melacak penyebaran virus.

"Kecepatan inovasi di bidang ini benar-benar mengesankan dan akan menguntungkan semua orang," ujar Gates.

Tag: Bill Gates, Covid-19, Virus Corona

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Bankrate