Sabtu, 06 Maret 2021 Portal Berita Entrepreneur

Suami Martha Tilaar Tutup Usia, Ini Sosok Putra Bungsunya Sebagai Direktur Utama

Foto Berita Suami Martha Tilaar Tutup Usia, Ini Sosok Putra Bungsunya Sebagai Direktur Utama
WE Entrepreneur, Jakarta -

Suami Martha Tilaar, yakni Prof. H.A.R Tilaar atau Henry Alexis Rudolf Tilaar dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (30/10/2019) kemarin. Sosoknya sangat berkontribusi terhadap kesuksesan bisnis dengan nama istrinya tersebut.

Dengan begitu, secara resmi perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia yang telah melantai di bursa saham dengan nama PT Martina Berto Tbk (MBTO) ini dipimpin oleh sang anak, Bryan David Emil Tilaar.

Putra Martha Tilaar ini sekarang menjabat sebagai Direktur Utama MBTO. Sementara itu, ibunya masih menduduki kursi presiden komisaris.

Baca Juga: Milenial Ini Sukses Bangun Bisnis Kosmetik Berbahan Baku Sawit

Karier Bryan di perusahaan milik keluarganya ini memang dimulai dari nol. Pada tahun 1995, dia sudah bekerja di perusahaan ini sebagai manajemen trainee. Setahun kemudian, dia dipromosi menjadi seorang asisten manajer untuk urusan ekspor, manajer produk, hingga akhirnya jadi manajer pengembangan bisnis di salah satu anak usaha PT MBTO pada tahun 1998 – 2000.

Dia pun pernah aktif di PT Sari Ayu Indonesia pada awal tahun 2000. Hingga akhirnya diangkat jadi Dirut MBTO pada tahun 2005.

Bryan merupakan lulusan University of Redlands yang terletak di California, Amerika Serikat (AS). Dia lulus dengan gelar Bachelor of Science in Business Administration.

Baca Juga: Pernah Jadi ART, Wanita Boyolali Ini Sukses Jadi Miliarder Lewat Bisnis Kosmetik

Untuk gelar S2-nya, dia meraih di Warren Keegan Institute yang berbasis di New York. Bryan pun pernah menempuh pendidikan di bidang keuangan, lebih tepatnya di Columbia, New York.

Menurut informasi dari kepemilikan saham MBTO, Bryan David Emil memegang 0,04 persen dari total saham MBTO yang jumlahnya 422 ribu lembar.

Jika satu lembar saham MBTO dibanderol Rp109, maka total kekayaan yang dimiliki Bryan adalah 422.000 x Rp109 = Rp45 miliaran.

Sejauh ini, porsi kepemilikan saham MBTO adalah 66,82 persen dipegang PT Marthana Megahayu Inti, 0,45 persen dipegang PT Marthana Megahayu, 0,48 persen dipegang PT Bringin Wulanaki Ayu, dan publik dapat jatah 32,17 persen.

Tag: Martha Tilaar, industri kosmetik nasional, Kisah Sukses

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Instagram/bryantilaar