Senin, 12 April 2021 Portal Berita Entrepreneur

Ditjen IKMA Targetkan 42 Pondok Pesantren Jadi Santripreneur

Foto Berita Ditjen IKMA Targetkan 42 Pondok Pesantren Jadi Santripreneur
WE Entrepreneur, Surabaya -

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) akan menargetkan 42 pondok pesantren secara nasional untuk dididik menjadi seorang santripreneur yang handal dan memiliki wirausaha sendiri dengan program yang diberikan dana hibah dari  pemerintah berupa peralatan perbengkelan roda dua dan pelatihan. 

“Diharapkan kelak para alumni santri ataupun masyarakat sekitar pondok pesantren akan memiliki usaha sendiri dan akan tumbuh pionir-pionir wirausaha yang berasal dari santri yang handal,” tegas Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Gati Wibawaningsih usai acara Program Penumbuhan Wirasausaha Baru (Santripreneur) di Pondok Pesentaren Al Mujahidi Kabupeten Jember di Sidoarjo, Senin (23/9/2019) sore.

Baca Juga: Wagub Jabar: Pembunuh Santri di Cirebon Harus Dihukum Setimpal!

Gati menyebutkan, selama program dana hibah ke pondok pesantren pemerintah telah memberikan kucuran dana sebebesar Rp 400 Juta per pondok pesantren. Jika ditotal anggaran yang dileuarkan oleh pemerintah dalam program itu mencapai Rp 1,6 milyar. Hingga saat ini kata Gati, pihaknya (Ditjen IKMA)  telah membina sebanyak 37 pondok pesantren selama periode tahun 2013 hingga tahun 2019, dengan lebih dari 7.000 santri telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan.

“Lingkup pembinaannya diantaranya pelatihan atau bimbingan teknis produksi dan fasilitasi mesin atau peralatan di bidang  perbengkelan roda dua, perbengkelan las, konveksi, kerajinan, pengolahan roti, pengolahan kopi, daur ulang sampah, produksi garam yodium, pengolahan air minum, dan produksi pupuk organik cair. Sementara dana yang diberikan oleh pemerintah sebasar Rp 400 Juta per Pondok nantinya,” ujarnya.

Dikatakan  pula, bahwa  pondok pesantren merupakan wilayah pendidikan yang tidak hanya mencakup pendidikan agama dan moralitas, namun juga pendidikan formal sampai dengan pendidikan kewirausahaan. Di samping itu, pondok pesantren memiliki  peran sebagai “Agent of Development” yang sangat penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di pedesaan sehingga menjadi sarana yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara dari catatan  sensus Kementerian Agama di tahun 2014-2015, jumlah pondok pesantren di Indonesia diperkirakan sebanyak 28.961 yang tersebar di seluruh provinsi dengan total santri sekitar 4.028.660 santri. Dari total 28.961 pondok pesantren, sekitar 23.331 pondok pesantren atau 80 persen diantaranya tersebar di empat provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten.

“Kegiatan penumbuhan wirausaha industri pondok pesantren merupakan salah satu upaya untuk mendorong pesantren dalam membangun eksistensinya nantinya dan  pondok pesantren yang didalamnya tumbuh jiwa-jiwa kewirausahaan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mujahidi Jember,  Sukairi mangatakan, pihaknya berjanji akan menggunakan dan memanfaatkan bantuan dari pemerintah tersebut dengan  sebaik-baiknya dan berguna

"Program ini sangat tepat diberikan kepada kami. Dan kami pastikan dana yang dikucurkan tidak akan mubazir, bantan ini akan sangat bermanfaat karena kami memang bertekad untuk membimbing santri dengan ilmu keterampilan. Kami yaki, jika rakyat unggul maka Indonesia akan maju," ungkap Sukairi.

Tag: Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Santripreneur

Penulis: Mochamad Ali Topan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Mochamad Ali Topan