Rabu, 21 April 2021 Portal Berita Entrepreneur

Webinar Bangga Buatan Indonesia Dukung 200 UMKM Naik Kelas di Pandemi

Foto Berita Webinar Bangga Buatan Indonesia Dukung 200 UMKM Naik Kelas di Pandemi
WE Entrepreneur, Jakarta -

Saat ini semua sektor, khususnya di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sedang dihadapkan pada tantangan besar, yaitu tantangan pandemi virus COVID-19 dan tantangan Industry 4.0 dimana pasar banyak yang bertransformasi ke ranah digital dan media online. Bagaimana menghadapi berbagai tantangan tersebut?

Pada Kamis 18 Februari 2021, SuaraPemerintah.id didukung oleh Kementerian koperasi dan UMKM dan Kantor Staf Presiden menggelar Webinar Nasional Bangga Buatan Indonesia bertajuk “Strategi UMKM Naik Kelas di Tengah Tantangan Pandemi dan Digitalisasi”.  Baca Juga: Orang China Ini Berbahaya Bagi UMKM di Indonesia, dr Tirta Hingga Menteri Koperasi UKM Angkat Bicara

Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi SuaraPemerintah.id Arief Munajad mengatakan bahwa tujuan dari digelarnya webinar tersebut adalah untuk mengedukasi para pelaku UMKM agar bisa memiliki pandangan dan memunculkan berbagai strategi dalam menghadapi berbagai tantantangan. 

“UMKM kita harus bangkit dan bisa terus naik kelas. Tantangan adalah keniscayaan yang harus dihadapi untuk berkembang. Kita perlu adaptasi dengan membuat strategi dan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut,” ujar Arief, saat memberikan opening speech di Webinar Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Kamis (18/2).

Arief mengungkapkan bahwa pandemi ini memaksa seluruh industri di dunia untuk mengubah strategi brandingnya agar bisa bertahan di industrinya. Menurutnya strategi branding di era New Normal memiliki perbedaan yang sangat mendasar dengan era sebelumnya. Perbedaannya terletak pada bagaimana cara perusahaan khususnya UMKM berinteraksi dengan kosumennya. Saat ini banyak perusahaan mengalami kendala untuk dapat berkomunikasi dengan konsumennya karena adanya aturan social distancing, maka di perlukan pengoptimalan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumen mereka.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, perusahaan diharuskan untuk go digital atau tertinggal di industrinya. Melalui digital branding, perusahaan dapat berkomunikasi dan berpromosi untuk meningkatkan brand awareness maupun meningkatkan produknya dengan calon konsumen baru.

“Hal ini yang mendasari kami untuk menyelenggarakan Webinar Nasional agar UMKM khususnya dapat menjawab semua tantangan yang terjadi di masa pendemi ini. Sekaligus ini sebagai bagian dari mensukseskan program pemerintah yaitu ‘Bangga Buatan Indonesia,” jelas Arief. 

Webinar Nasional yang mengundang ratusan pelaku UMKM dari seluruh Indonesia tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh dari kalangan pemerintah dan BUMN. Hadir sebagai keynote speech, yaitu Kepala Staf Presiden Moeldoko yang diwakili oleh Panutan S. Sulendrakusuma selaku Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden. Juga perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UMKM, yaitu  Hanung Harimba Rachman, Selaku Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UMKM. 

Di sesi webinar dihadirkan tiga pembicara dengan berbagai ulasan tema yang berbeda seputar strategi UMKM agar bisa naik kelas di tengah tantangan pandemi dan digitalisasi.  Sesi pertama webinar menghadirkan Arto Biantoro, Founder & Owner GambaranBrand Indonesia, yang mengulas tentang bagaimana UMKM dalam membangun brand yang berkelas. 

Di sesi kedua Trisya suherman, Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia, memaparkan tentang berbagai program yang dilakukan CEO Indonesia dalam membangun UMKM di Indonesia. di sesi ketiga juga dihadirkan Tri Raharjo, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, yang banyak mengulas tentang fenomena industri di tengah gencarnya arus teknologi digitalisasi.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh Narasumber dari Brand – Brand nasional seperti : Adji Andjono selaku Direktur PT. Campina Ice Cream Industry (Campina), Tbk dan Sahreza Permadi selaku General Manager Marketing PT. Market Teknologi Terpadu (BlanjaQue).

Menjelaskan soal digitalisasi, Arief mengatakan bahwa di ranah industri, kita semua sudah disadarkan dengan munculnya revolusi ke empat, atau kita mengenalnya dengan istilah Industry 4.0. Dimana revolusi tersebut telah terjadi dan semakin signifikan membawa perubahan sejak  5 tahun ini. 

Tidak sedikit industri yang tumbang karena tidak mampu beradaptasi dengan hadirnya revolusi industry 4.0. Dimana inovasi teknologi digital makin banyak digunakan.  Melihat fenomena digital dan perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih, maka sudah seharusnya kita mengambil langkah-langkah strategis agar bisa menjadi bangsa digital yang maju.

“Kondisi inilah yang menginspirasi kami untuk ikut berkontribusi dalam pelaksanaan dan juga mensukseskan berbagai program pemerintah dengan menghadirkan SuaraPemerintah.id. SuaraPemerintah.id dikemas dengan kekinian untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat Indonesia di era digital. SuaraPemerintah.id hadir dengan tagline ‘Berita Pemerintah Terdepan’,” ungkapnya. 

Arief menambahkan bahwa SuaraPemerintah.id memiliki visi sebagai media terdepan dalam menyampaikan informasi seputar pemerintah, BUMN, BUMD, dan berbagai informasi lainnya. Melalui informasi yang kredible dan capable, hadirnya SuaraPemerintah.id ingin menjadi bagian dalam proses pembangunan Indonesia yang lebih baik. 

“Adaptasi dan berinovasi itu adalah sebuah keniscayaan dalam menghadapi berbagai tantangan. Tanpa  adanya adaptasi dan inovasi kita tidak akan mampu melawan arus perubahan,” pungkas Arief.

Tag: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kantor Staf Presiden (KSP), Pandemi

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Dok. Panpel Webinar