Rabu, 21 April 2021 Portal Berita Entrepreneur

Nasib Bakrie Telecom Malang Bukan Kepalang, Padahal Dulu Berjaya Berkat Esia

Foto Berita Nasib Bakrie Telecom Malang Bukan Kepalang, Padahal Dulu Berjaya Berkat Esia
WE Entrepreneur, Jakarta -

Perusahaan operator berbasis CDMA, PT Bakrie Telecom Tbk nasibnya berada di ujung tanduk. Selama 27 tahun perusahaan berdiri, nasibnya malang bukan kepalang. Perusahaan yang bediri pada tahun 1993 ini bergerak di penyediaan jaringan dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi nasional.

Perusahaan yang kemudian dikenal sebagai operator Esia ini memiliki cakupan wilayah yang luas, mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera, Sulawei dan Kalimantan.

Baca Juga: Jeng-Jeng! Bursa Kasih Warning ke Bakrie Telecom, Kali Ini Soal....

Bakrie Telecom juga menangani bisnis melakukan pemeliharaan, penelitian dan pengembangan sarana telekomunikasi, serta memperdagangkan perangkat/produk telekomunikasi.

Sayangnya, pada 17 Oktober 2016 kegiatan usaha telekomunikasi tersebut harus dihentikan usai Pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 145 Tahun 2016 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 59/KEP/M.KOMINFO/02/2009 Tentang Izin Penyelenggaraan Jaringan Tetap Sambungan Internasional PT Bakrie Telecom.

Kominfo juga mencabut izin penyelenggaraan jaringan tetap sambungan internasional Bakrie Telecom. Tanggal 7 November 2016 juga muncul Surat Keputusan tentang Izin Penyelenggaraan Jasa Nilai Tambah Telepon Pusat Layanan Informasi Bakrie Telecom yang juga dicabut.

Meski demikian, perusahaan memiliki 99,80% saham anak usaha Bakrie seperti PT Bakrie Digital Net (dahulu PT Bakrie Network). Pada akhir 2015 kegiatan anak usaha ini masih dalam tahap pengembangan.

Selain itu, Bakrie Telecom juga punya anak usaha Bakrie Telecom Pte., Ltd yang berlokasi di Singapura dengan kepemilikan 100%. Anak usaha ini merupakan special purpose entity.

Adapun anak usaha lainnya yang juga dengan kepemilikan 99,80% yaitu PT Anugerah Andalan Investama (AAI). Ruang lingkup kegiatan AAI adalah meliputi perdagangan produk dan jasa berbasis internet, internet provider, jasa penyediaan sumber daya manusia, jasa televisi berbayar, jasa multimedia, dan jasa media cetak dan elektronik.

Meski kondisi sudah berdarah-darah, pada bulan Desember 2016, Bakrie Telecom mengambil alih saham-saham pada PT Mitra Kreasi Komunika (MKK), melalui kepemilikan tak langsung sebesar 70%.

Hari ini, dalam kinerja keuangan perusahaan tahun 2020, sejatinya total utang Bakrei Telecom sebenarnya turun dari posisi 2019 sebesar Rp13,35 triliun menjadi Rp9,6 triliun. Namun jumlah aset Bakrie Telecom juga turun drastis dari Rp11,23 miliar menjadi Rp4,5 miliar.

Tak hanya itu, perusahaan juga rugi Rp60,17 miliar, berbanding terbalik dengan laba bersih tahun 2019 yang mencapai Rp7,17 miliar.

Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan mengeluarkan warning yang berpotensi dikeluarkannya Bakrie Telecom dari papan perdagangan saham.

Tag: PT Bakrie Telecom Tbk

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Nextren - Grid.ID