Rabu, 03 Maret 2021 Portal Berita Entrepreneur

Strategi Palem Craft Bertahan di Era Covid-19 hingga Mampu Ekspor ke 5 Benua

Foto Berita Strategi Palem Craft Bertahan di Era Covid-19 hingga Mampu Ekspor ke 5 Benua
WE Entrepreneur, Jakarta -

Ada hikmah tersendiri dari imbas virus Covid-19 yang merasuk ke dalam lini kehidupan. Seperti halnya mempercepat pengaplikasian teknologi dan digital di Indonesia.

Salah satu perusahaan yang diuntungkan dalam kondisi tersebut adalah Palem Craft, sebuah UMKM yang memproduksi barang-barang rumah tangga yang terbuat dari bahan-bahan alam seperti gedebong pisang, enceng gondok, dan biji-bijian.

Founder Palem Craft Deddy Effendy mengatakan, Work From Home (WFH) yang kini menjadi salah satu cara perusahaan untuk melindungi karyawannya dari virus Covid-19, justru membawa angin segar pada penjualan produknya.

Baca Juga: Rasio Entrepreneur RI Masih Rendah, Bos BRI Beberkan Jurus Pamungkasnya

Di masa ini, pemilik rumah atau konsumen cenderung memperhatikan furnitur yang ada di rumahnya. Akibat terlalu sering berada di rumah.

"Justru di masa WFH ini, grafik penjualan kami dari tahun 2017-2019 mengalami kenaikan. Pandemi ini membawa berkah untuk kami," kata Deddy dalam acara Kiat Inovasi Kreatif UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 bersama Warta Ekonomi, Kamis (8/10/2020).

Tidak hanya itu, pandemi ini juga mendorong adanya pengaplikasian digitalisasi dalam proses bisnisnya. Inovasi di bidang digital yang terus didorong tersebut membuat Palem Craft dapat memperkenalkan lebih jauh kekuatan produk yang dimilikinya di pasar lokal maupun internasional.

Deddy mengutarakan, strategi digital marketing dan inovasi juga dilakukan untuk terus bisa beradaptasi di tengah situasi baru ini. Misalnya dengan membuat katalog digital untuk memamerkan dan mencocokan furnitur yang akan dibeli oleh konsumen di berbagai sudut ruangan.

Langkah lain yang dilakukan dalam strategi marketing adalah membuat story atau cerita tentang bagaimana proses pembuatan dan darimana asal bahan baku produk yang dihasilkan. Strategi tersebut dilakukan untuk bisa memasuki pasar ekspor.

"Industri craft ini unik. Kita tidak bisa menjual produk kami hanya dengan memajang foto di Instagram. Kami membutuhkan cerita dalam proses pembuatannya. Sehingga bisa lebih menarik konsumen untuk membeli produk kami," katanya.

Langkah kedua yang dilakukan adalah menciptakan unique selling agar berbeda dengan produk yang telah eksis di market, sekaligus bisa menjadi kekuatan untuk bisa bertahan. Ketiga, menciptakan produk sesuai dengan tren dan kondisi cuaca yang terjadi di negara yang dituju agar produk lebih relevan dan personalize.

Sementara itu, menanggapi perubahan cara kerja akibat dari pandemi Covid-19, Deddy mengatakan bahwa proses produksinya dikerjakan secara in house dengan total 30 karyawan.

Baca Juga: Menkop Teten: UMKM Harus Bisa Jadi Penyangga Ekonomi Nasional

"Kami mengikuti standar protokol kesehatan yang diimbau oleh pemerintah seperti jaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan," kata Deddy.

Selain itu, menurutnya, banyak pekerjaan yang bisa dibawa pulang. Sehingga pekerjaan tersebut bisa dikerjakan di rumah masing-masing. Tentunya ini akan mengurangi interaksi di antara para karyawan dan bisa meminimalisasi kontak sebagai pintu masuk penyebaran Covid-19.

Sebagai tambahan, 95% produk dari Palem Craft ditujukan untuk ekspor. Adapun negara yang menjadi sasaran ekspor adalah Spanyol, Belgia, Prancis, Korea, Turki, Amerika, Amerika latin, Afrika, dan Australia.

Tag: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Penulis: Mochamad Rizky Fauzan

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi