Rabu, 30 September 2020 Portal Berita Entrepreneur

Terungkap 6 Orang Terkaya Sejagat Tahun 1800-an, Siapa Saja Mereka?

Foto Berita Terungkap 6 Orang Terkaya Sejagat Tahun 1800-an, Siapa Saja Mereka?
WE Entrepreneur, Jakarta -

Hidup sebagai orang terkaya sejagat raya adalah mimpi besar yang ingin dirasakan banyak orang. Ternyata, daftar tersebut tak hanya ada pada zaman sekarang. Mereka telah ada sejak lama, bahkan sejak tahun 1800-an!

Dilansir dari Celebrity Net Worth di Jakarta, Kamis (17/9/2020) ini daftar orang terkaya pada tahun 1820-1890!

1. Stephen Girard - 1820

Stepgeh Girard adalah pria kelahiran Bordeaux, Prancis pada tahun 1750. Berdasarkan data, kekayaan Girard mencapai USD7,5 juta saat itu yang apabila disesuaikan dengan inflasi, maka kekayaannya adalah USD182,2 juta saat ini (Rp2,7 triliun).

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Alain Wertheimer, Pewaris House of Chanel

Kekayaannya berasal dari impor dan ekspor barang. Girard menjadi orang terkaya di dunia sejak tahun 1810. Pada tahun 1811, ia membuka bank sendiri yang merupakan sumber kredit utama untuk pemerintah AS selama perang tahun 1812.

Girard meninggal pada tahun 1831 dengan kekayaan bersih setara 1/150 PDB AS. Ia pun menyumbangkan hampir seluruh hartanya untuk amal termasuk panti asuhan, perpustakaan dan sekolah di Philadelphia dan New York.

2. Nathan Mayer Rothschild - 1830

Usai kematian Girard, kepala keluarga banker Rothschild, Nathan Mayer Rothschild mengambil alih sebagai orang terkaya di dunia.

Pria kelahiran Frakfurt, Jerman pada tahun 1777 ini pindah ke Inggris pada tahun 1798. Ia pun mendirikan bisnis perbankan dan tekstil yang membuatnya kaya raya. Mayer meninggal pada tahun 1836.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Leonid Mikhelson, Oligarki Gas Alam Rusia

3. John Jacob Astor - 1840

John Jacob Astor adalah pria kelahiran Walldorf, Jerman pada tahun 1763. Ia imigrasi ke AS pada tahun 1784 dan kaya raya berkat perdagangan bulu dan membangun monopoli yang sangat menguntungkan. Dia juga berkecimpung di industri real estate dan opium.

Maka tak heran kekayaan bersihnya mencapai USD20 juta saat itu atau USD599 juta saat ini (Rp8,8 triliun).

4. Cornelius Vanderbilt - 1850 hingga 1870

Cornelius Vanderbilt lahir di Staten Island di New York pada 1794. Ia adalah keturunan dari seorang pelayan Belanda. Vanderbilt meninggalkan bangku sekolah pada usia 11 tahun, kemudian meluncurkan layanan feri pada usia 16 tahun dan selanjutnya menjadi bisnis kapal uap nasional yang berkembang pesat.

Pada tahun 1860an, Vanderbilt mulai menumbuhkan kekayaannya melalui ekspansi ke industri kereta api. Ia membeli rute New York dan Harlem yang sempat gagal pada tahun 1863. Demi bertahan, ia pun menjual bisnis kapal uap untuk fokus pada rel kereta api.

Dan selanjutnya adalah masa kejayaan Vanderbilt. Ia mendirikan New York Central dan Hudson River Railroad Company yang merupakan salah satu perusahaan besar pertama di AS.

Pada tahun 1870, kekayaan bersihnya mencapai USD105 juta atau USD2,6 miliar saat ini (Rp38 triliun). Setelahnya, ia pun pensiun dan beralih ke filantropi. Dengan modal awal USD1 juta, dia mendirikan Vanderbilt University di Nashville.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Ray Dalio, Miliarder Firma Investasi Raksasa di AS

5. William Henry Vanderbilt - 1880

Putra Cornelius Vanderbilt atau William Henry Vanderbilt menjadi orang terkaya selanjutnya dengan melanjutkan apa yang ayahnya kerjakan, yakni memperluas kerajaan kereta api. Pada tahun 1885, kekayaanya telah meroket dua kali lipat yakni mencapai USD232 juta atau USD6,2 miliar saat ini (Rp92 triliun).

6. John D. Rockefeller - 1890 hingga tahun 1900-an

John D. Rockefeller merupakan pria kelahiran 1839. Pada tahun 1870, ia ikut mendirikan Standard Oil dan akhirnya menguasai 90 persen dari semua minyak yang disuling di AS. Pada tahun 1890-an ia ikut menggeluti gas alam dan biji besi hingga memiliki banyak pengaruh atas industri kereta api.

Hingga pada tahun 1910 kekayaan bersihnya mencapai USD900 juta atau USD23,5 miliar saat ini (Rp349 triliun).

Tag: Orang Terkaya, John D. Rockefeller

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: CNBC