Minggu, 12 Juli 2020 Portal Berita Entrepreneur

4 Pelajaran Penting dari Flu Spanyol untuk Lawan Corona Bagi Bill Gates

Foto Berita 4 Pelajaran Penting dari Flu Spanyol untuk Lawan Corona Bagi Bill Gates
WE Entrepreneur, Jakarta -

Miliarder Bill Gates meski harus diserang oleh kelompok konspirasi, namun ia tak gentar untuk membagikan ilmunya dalam melawan pandemi virus corona (COVID-19). Dalam Gates Notes, ia meminta dunia belajar dari sejarah Flu Spanyol.

Dilansir dari Business Insider di Jakarta, Rabu (3/6/2020) pendiri Microsoft ini meminta dunia belajar dari kejadian pandemi Flu Spanyol tahun 1918-1919.

Baca Juga: Omongan Bill Gates 10 Tahun Lalu Jadi Bahan Teori Konspirasi Lagi

Dalam buku 'The Great Influenza' karya John M Barry terbitan tahun 2004, ia mengingatkan betapa pandemi telah mengubah dunia selamanya.

Bill Gates mengaku percaya pada penulisnya yang menyebut bahwa Perang Dunia II terjadi akibat dari pandemi Flu Spanyol. Adapun dampak tersebut memicu ketegangan para pemimpin negara besar seperti Presiden AS Woodrow Wilson yang menekan Jerman dan akhirnya muncul Adolf Hitler.

Menurut Bill Gates, ada 4 pelajaran penting dari pandemi Flu Spanyol untuk warga dunia dalam menghadapi pandemi virus Corona saat ini:

1. Masalah kepemimpinan

Kepemimpinan menurut Bill Gates sangat penting di tengah pandemi. Butuh komando jelas dari seorang pemimpin untuk melalui pandemi. Ilmuwan saat ini harus berani maju memberi arahan. Kepala pemerintahan juga harus sigap dan waspada.

"Dulu di St Louis warga dimobilisir dan melakukan respons efektif yang menyelamatkan nyawa banyak orang. Sedangkan di Philadelpia, walikotanya mengabaikan anjuran membatalkan pawai. Beberapa hari kemudian, korban berjatuhan," kata Bill Gates.

2. Transparansi

Gates juga menyatakan para pemimpin dan organisasi kesehatan harus memberikan informasi yang akurat kepada publik, meskipun informasi itu buruk.

"Pada tahun 1918, para pemimpin politik Amerika bahkan komisioner kesehatan menutup-nutupi berita buruk untuk menghindari kepanikan masyarakat. Itu sangat merusak otoritas mereka ketika warga melihat tetangga mereka sekarat dalam jumlah besar," kata Gates.

3. Peran filantropi

Selain itu, menurut Bill Gates filantropi juga memegang peranan penting. Kedermawanan menjadi kunci untuk mengatasi krisis akibat pandemi. Waktu Flu Spanyol, ada bantuan dari John D Rockefeller, John Hopkins dll.

Bantuan dana itu akhirnya mengubah dunia kedokteran dan ilmu pengetahuan di awal abad ke-20. Hingga lahirlah ratusan ribu tenaga medis profesional untuk merawat orang sakit dan menata kesehatan masyarakat.

Hal inilah yang membuat Bill Gates tak ragu merogoh kocek dalam-dalam melalui Bill and Melinda Gates Foundation untuk mengatasi COVID-19.

"Donasi akan membantu menciptakan sekolah kesehatan umum dan sistem pendidikan yang memainkan peran dalam bidang kedokteran dan sains seperti yang kita kenal sekarang," kata Gates.

"Karunia-karunia ini secara mendasar mengubah ilmu pengetahuan dan kedokteran Amerika pada akhir abad ke-19 dan awal ke-20 memberi negara ratusan ribu profesional terlatih untuk merawat mereka yang terserang influenza dan membimbing respons kesehatan masyarakat," tambah Gates.

4. Membuat manusia sadar

"The Great Influenza mengingatkannya bahwa pandemi adalah pengalaman yang merendahkan karena mereka mengingatkan orang akan kerapuhan hidup," kata Gates.

Bill Gates mengungkap bagaimana vaksin flu tidak tersedia sampai tahun 1933, lama setelah pandemi berakhir sehingga para profesional kesehatan tidak pernah bisa merawat pasien dengan antivirus dan vaksin pada saat flu 1918.

“Kali ini, kita memiliki lebih banyak alat yang dapat digunakan untuk membuat vaksin dan terapi yang efektif. Tetapi sains masih lebih lambat dari yang kita inginkan, sementara mengakhiri pandemi ini akan membutuhkan lebih dari sekadar sains yang hebat," ujar Gates.

"Ini juga akan membutuhkan dorongan jarak sosial dan memastikan bahwa ilmu berkembang sejauh dan seluas virus itu menyebar," imbuhnya.

Tag: Bill Gates, Virus Corona

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Reuters.