Kamis, 04 Juni 2020 Portal Berita Entrepreneur

Pekerjakan Anak Jalanan, Bisnis Cuci Sepatu dr Tirta Ternyata Sudah 19 Cabang Lho!

Foto Berita Pekerjakan Anak Jalanan, Bisnis Cuci Sepatu dr Tirta Ternyata Sudah 19 Cabang Lho!
WE Entrepreneur, Jakarta -

Dokter Tirta Mandira Hudhi merupakan seorang pengusaha yang gencar sebagai garda terdepan melawan corona. Sembari menjalani profesi di bidang kedokteran, dr Tirta juga membuka bisnis Shoes and Care, jasa perawatan dan cuci sepatu premium.

Bisnis Shoes and Care ini semakin ia tekuni setelah tak lagi bekerja sebagai dokter di rumah sakit. Terlebih, dalam mengembangkan usahanya di bidang cuci sepatu, dr Tirta diketahui mempekerjakan anak-anak yang kurang mampu. Hal ini disampaikan olehnya di akun Twitter @tirta_hudhi.

Baca Juga: Gencar Bagikan APD, Ini Profil Dokter Tirta Sang Garda Terdepan Lawan Corona

"Gue memutuskan memilih rehat menjadi dokter IGD, dan berjuang demi @shoesandcare untuk anak buah gue yang separuhnya anak jalanan," cuit dr. Tirta.

Usaha dokter Tirta pun saat ini membuahkan hasil. Ia sudah memiliki 19 cabang di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, terkadang ia menerima orderan untuk melakukan perawatan sepatu dari luar negeri.

Semasa muda, Dokter Tirta memiliki sejarah dengan dunia anak punk. Dia sempat ditampung oleh preman. Dengan latar belakang itulah, sekitar 60 persen, rata–rata pegawai Shoes and Care miliknya adalah mantan napi, anak putus sekolah, anak jalanan dan anak punk.

Setelah dinyatakan bronkities kronis pada 2018, dr Tirta memilih rehat menjadi dokter IGD dan fokus berjuang membantu teman-teman anak jalanan di Shoes and Care.

Pria kelahiran 30 Juli 1991 ini memang sudah tak asing dengan sepatu. Ia merupakan seorang pecinta sneakers yang juga memiliki toko titip jual sneakers bernama @tukutu_store yang memiliki followers lebih dari 87ribu pengguna.

Saat ini dokter Tirta melakukan beberapa program dalam melawan penyebaran virus corona (COVID-19), dibantu oleh para relawan dan mantan Presiden Mahasiswa UGM, Fatur.

“Gue bergerak, 14-15 jam sehari. Kadang 20 jam. Capek. Tapi gue semangat. Ini sumpah gue. Selama angka infeksi Corona masih tinggi, gue ga akan berhenti berjuang” takdnya kala itu sebelum ia dirawat di rumah sakit karena kelelahan dan merasakan gejala COVID-19.

Tag: dr Tirta, Tirta Mandira Hudi, Bisnis

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Instagram/dr.tirta