Kamis, 02 April 2020 Portal Berita Entrepreneur

Virus Corona Masih Belum Mereda, Pengusaha Teriak: Kami Minta Stimulus Modal Kerja!

Foto Berita Virus Corona Masih Belum Mereda, Pengusaha Teriak: Kami Minta Stimulus Modal Kerja!
WE Entrepreneur, Jakarta -

Keresahan mayoritas pengusaha dan pemberi kerja akibat dampak dari virus corona meminta pemerintah memberlakukan keringanan pajak, penundaan tagihan listrik, hingga penurunan suku bunga kredit pinjaman. Hingga saat ini masih belum dapat diprediksi kapan berakhirnya virus serupa flu ini.

Alhasil, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa bersuara dengan meminta pemerintah merelaksasi pembiayaan industri tekstil agar arus kas perusahaan tidak macet.

Baca Juga: Para Pengusaha, Jangan Lupa Donasinya untuk Ikut Meredam Wabah Corona!

Dilansir dari Okezone, Kamis (26/3/2020) strategi itu disebut Jemmy vital untuk mencegah pemutusan hubungan kerja massal terhadap para pekerja mereka.

"Kami juga meminta stimulus modal kerja untuk tetap berproduksi sehingga tidak jadi PHK," ucapnya.

Belum ada kebijakan khusus dari pemerintah untuk menjawab permintaan para pengusaha tersebut. Namun, sebelumnya dalam teleconference dengan gubernur seluruh Indonesia, Presiden Jokowi mengumumkan sejumlah strateginya menghadapi gelojak ekonomi akibat virus corona.

Program kartu prakerja yang dijanjikannya pada masa kampanye pilpres 2019 diklaim Jokowi bisa menanggulangi risiko tersebut.

"Akan segera dimulai kartu prakerja implementasi kartu prakerja antisipasi para pekerja yang kena PHK, pekerja harian yang kehilangan penghasilan dan pengusaha mikro yang kehilangan omzet," kata Jokowi.

Selain itu juga disebutkan akan disiapkan anggaran sejumlah Rp10 triliun.

"Anggaran disiapkan Rp10 triliun agar provinsi-provinsi dapat mendukung ini, siapa yang harus diberi, mulai data dengan baik," ujarnya.

Semoga saja virus corona ini segera mereda hingga kita semua bisa beraktivitas normal.

Tag: Pengusaha, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Virus Corona, COVID-19

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Freepik